Oke, kita mulai aja review-nya (yang agak telad – eh, ini, mah, telad banget, ya? Sorry
)
Jadi, hari ini dimulai dengan sebuah pemandangan langit yang clear, tapi hanya sedikit bintang yang terlihat, sementara bulan yang hendak membentuk pose bulan sabit tengah menggantung di langit dengan terang benderang. Sementara itu, seorang remaja berjalan dengan tenang di bawah pemandangan yang biasa-biasa saja seperti itu. Remaja itu bernama Male.
Dia naik angkot 04A dari seberang komplek perumahan “Taman Surya Megah” tempat dia tinggal, lalu dia berganti angkot dengan angkot 02 setelah mengatakan “Kantor Batu” kepada sang supir dan mendapatkan anggukan dari sang supir yang tengah mengobrol dengan seorang pria yang tak dikenal Male.
Sesampainya di depan Jl. Kantor Batu, Male [demi kemudahan penulis, maka penulis akan mengganti nama “Male” dengan kata “wa”] berjalan ke SMAN 1 Bogor, sekolah tercinta wa, and saat wa nyampe di SMANSA, saat itu juga mobilnya si Ica menepi and si Ica turun.
Punctual indeed, we are
Sementara itu, si Hafizh sebenernya udah nunggu dari tadi, cuma wa and Ica kaga ngeliat dia gara-gara dia numpang B.A.K. (buang aer kecil) di LIPI (elit gila, nih, orang!)
Jadi, pas kita (wa and Ica and Tita – yang dateng kaga lama kemudian) nungguin si Hafizh, wa stare to the sky and wa realize something. Well, it’s something I would like for you to understand, but it’s just there’re two flashes in my mind.
The first flash is: apakah wa udah jadi pemuja langit?
Bagaimanapun juga, di Bible tertulis jelas kalo misalnya kita (Christians) kaga boleh jadi pemuja langit, karena di cakrawala ada musuh (demons), and dengan memuja langit, secara tidak langsung kita akan memuja musuh. Lagipula juga tertulis kalo misalnya orang yang sering memandang langit tidak akan mencapai tujuannya (baca: orang yang sering melamun kaga bakal dapet hasil apa-apa). Dan karena flash itulah, wa putuskan wa akan mengurangi frekuensi (bahasanya~) memandang langit:)
Jadi? Hubungannya?
Emang kaga ada
The second flash is: bulannya terlihat grinning at us
Jadi, kalo misalnya diliat dari bawah, bulan yang masih setengah crescent (setengah crescent? Ada, tah?) ntu keliatan seperti emoticon “:D”, and entah kenapa menurut wa, it’s like the moon is mocking at us through her smile.
Oke, BTT
Jadi, kita berempat (si Hafizh dah balik dari LIPI) nungguin Kania ampe akhirnya Kania nelpon and nyuruh kita langsung jalan aja, and ketemuan si tol. Oke, deh, langsung aja, kita cabut ke UI!
Setelah pick up si Kania di tol, akhirnya kita berlima sampe di UI jam setengah tujuh (setengah jam sebelom waktu yang ditentukan). Di FH, keadaan masih sepi, stand re-registration belom buka. Kaga ada High School-ers yang udah stand by.
Wew
Oleh karena itulah, kita putuskan untuk pergi ke kantin FHUI buat sarapan (berhubung banyak yang belom sarapan). Di sono, wa nyari nu green tea rasa madu (kayak kemaren) and tetep kaga ketemu. Aku kecewa.
Tapi tetep, kekecewaan wa ternyata bisa diangkat dengan mudah karena wa menyadari 2 hal di kantin FH! Adapun 2 hal itu adalah:
- seorang petugas kantin ternyata memiliki kontur wajah yang mirip dengan pelawak kondang Sogi Indra Dhuaja dari Xtravaganza! Perbedaannya hanyalah petugas kantin ini lebih tinggi dan lebih good-looking dari pada sang actor
- petugas kantin yang dimaksud memakai sebuah jaket dengan tulisan “delapan” di belakangnya.
Ada apa dengan kata ‘delapan”?
Hoho, jawabannya bisa dilihat di paragraph berikut ini:
Jadi, sewaktu kita lagi dalam perjalanan ke UI, si Hafizh cerita tentang seorang native speaker yang masuk ke kelasnya. Native speaker itu punya impression yang sangat bagus terhadap kata “delapan”, dan awalnya, sang native speaker menganggap “delapan” adalah sebuah tempat di mana ada danau yang tenang, birds chirping, something like earthly paradise.
Jadi, wa langsung reminded mengenai hal itu begitu wa ngeliat tulisan “delapan” yang dibordir di belakang jaket si petugas kantin
Moving on to the real debate:
Jadi, ternyata, SMAN 8 Yogyakarta yang kemaren kita adepin melejit ke peringkat pertama dengan VP=1 dan Score tertinggi (inget, sistemnya di sini: VP, Score, Margin). Tentu saja itu semua karena kita di-slaughter di 1st eliminary round kemaren. Dengan begitu wa yakin kalo mereka berhutang budi ama kita jadi tambah ngerasa bersalah karena udah ngelarang si Ica melakukan definitional challenge, juga jadi pengen cepet-cepet taon depan buat re-match ngadepin tim pembantai ISDC dari provinsi lain (seperti Banten, etc.)
Sebenernya masih ada hal-hal yang harusnya wa tulis, tapi karena wa nyatet everything in my handphone, and my handphone is gone today
, jadinya wa minta maaf kalo banyak yang kaga diketik di sini
Jadi, moving on to the elim rounds:
Di second eliminary, kita berhadapan dengan SMAN 1 Ponorogo, and teknisnya adalah sebagai berikut:
Government: SMAN 1 Ponorogo
1st speaker: Yuanita Intan (6’48’’)
2nd speaker: Raga Driyan P (7’25’’)
3rd speaker: Ni’ Matul Faizah (7’52’’)
Reply speaker: Raga Driyan P (3’13’’)
Opposition: SMAN 1 Bogor B *
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (7’04’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (6’54’’)
3rd speaker: Maleakhi Misael Sutanto (6’51’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’44’’)
Adjudicators: Edwin (STAN), Adi (UII), Tantia (FHUI), Iyan (AIM)
Motion: THW continue the development of Majapahit Information Centre in Trowulan
Best Speaker: Annisa Lalitya Mumtaza
Margin: +3,7
P.S.
ü Nama adjudicator yang wa bold adalah chair adjudicator (the one who tell us the verbal adjudication, while the others who weren’t typed in bold is the panelists and trainees)
ü Team yang wa berikan asterisk (*) di belakang namanya adalah winning team
Jadi, Ponorogo adalah team yang enak buat diajak debate, and enak di luar debate. Kita juga sempet ngobrol-ngobrol (meskipun masih dalam lingkup debate), and we would be glad to see them next year (ALSA’s 14th National E-Comp)
Moving on to the adjudicator, menurut wa Edwin dari STAN itu DW EUPHORIA’s Alfa, hanya saja, kalo kita ketemu Alfa, kita kalah, kalo kita ketemu Edwin, kita menang
Oke, lanjut ke next match:
Government: SMAN 1 Bogor B
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (7’09’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (6’03’’)
3rd speaker: Maleakhi Misael Sutanto (7’22’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’49’’)
Opposition: SMAN 2 Lampung *
1st speaker: Nuriasani Y (7’19’’)
2nd speaker: Widya Malanisa (6’19’’)
3rd speaker: Dinye Safitri F (6’44’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (4’14’’)
Adjudicators: Novel (UGM), Ryan Finanda, Naftalia
Motion: THW apply lower income tax for women
Best Speaker: – (kaga nanya)
Margin: -2,25
Wew, dengan begini VP kita mandek di 1 point, and margin kita jadi: -6,98 (-8,1+3,37-2,25)
Terus, kita move on ke bagian skandal!
Jadi, hari ini ada skandal baru, yang dalam format motion adalah: THBT obviously, Tanita Dhiyaan loves muscular men
Buktinya? Although I wasn’t sure about that, tapi sepertinya si Tita menunjukkan tanda-tanda – ehm – ketika Devri (SMA DwiWarna A) make jas and ngelinting jasnya sesikut – thus, showing his muscular body
no offense all
Oke, meskipun begitu, wa juga punya insiden buat ditampilin, dan insiden kali ini berasal dari Ami dan wa proudly named it: “tashakor incident”
Jadi, si Ami cerita [dengan nada yang super menghayati] mengenai Saby yang naek turun tangga gara-gara temen 1 skulnya telad. Kemudian, sang target meminta air minum ke Ami setiap kali mereka ketemu (karena Ami sedang menunggu entah di atas ato di bawah), dan target meminta aer minum kepada Ami, dan mengucapkan tashakor (thanks – Arab) setiap kali dia selesai meminumnya. Dan karena itu terjadi berulang-ulang, maka punchline yang diberikan Ami pas lagi Car Forum adalah: “Tashakor, tashakor. Wa terima tashakor u kalo misalnya u udah beliin wa aer yang baru!”
Langsung 1 Car Forum pada ngakak!
)
Di Car Forum, kita juga ada beberapa event penting, yaitu: copyright of dryness (lit. hak cipta kegaringan)
Adapun dry quotes yang di-copyright adalah:
Hafizh Adi Prasetya:
ü SKSD (Sok Kenal Sok Dikenal)
ü Etc. (lupa wa, udah 2 hari berlalu, sih, Fizh! Kalo u mau ngasih tambahan, u post aja di comment box)
Ayip Fahmi Faturochman:
ü Taon 2009 kaga garing, kaga asek!
Nah setelah itu kita membandingkan E-Comp ama EUPHORIA. Dari perbandingan itu, kita mendapatkan kalo EUPHORIA lebih asik dan lebih ga asik dari E-Comp. Lebih asiknya karena: di EUPHORIA anggota Exquisite lengkap semua, suasana kaga terlalu serius, peserta yang mengikuti kagak bejubel [sehingga kita bisa memanfaatkan waktu untuk analyze every teams’ weakness and strength]; Lebih ga asiknya karena: di EUPHORIA kurang serius dan kurang powerful team-nya (I said this b’coz I didn’t fought SMAN 3 Depok, SMAN 1 Cisauk, and Canicius), kurang rame pesertanya (wew, ini, koq, jadi inconsistent, ya?
).
Setelah beres membandingkan EUPHORIA dan E-Comp, kita ngomongin tentang OST Film, TV Shows (dimulai dari Gossip Girl ampe Heroes), setelah itu kita cabut ke tempat AFS (wa pengen ngebalikin form and things; Ami, Ica, Hafizh, Tita, pengen beli form)
Di tempat AFS, wa ketemu ama Liana (temen SMP)!
Haha, kayaknya tempat AFS tuh tempat buat reuni ama temen-temen SMP, ya?
___
Jadi, hari ini adalah hari yang cukup berat, terutama karena kita seharusnya menangin 3rd eliminary round biar bisa ngejar ketinggalan gara-gara kalah ama SMAN 8 Yogyakarta kemaren, tapi kita malah kalah ama SMAN 2 Lampung
Akh!
Depressed wa
Oia, ada tambahan:
Hari ini ada adju yang mengingatkan wa ama Aura Kasih
sapa orangnya? tebak ndiri, deh
no offense
2 Komentar
Hai, percaya ga percaya, ni yuanita intan yg ada di atas. wkwkwk,,, numpang tanya, final ALSA kmaren sp lawan sp?
Yuanita Intan yang dari SMAN 1 Ponorogo, ya?
wah, wa kaga tau, tuh
kaga ngikutin ampe final
(numpang nanya ke orang-orang dulu, yo~)