Oke, kayaknya wa udah lama ngga nge-post lagi di sini. maklum, things happening around me sehingga wa males berhalangan nge-post (sekalipun ini kayaknya cuma disadari oleh orang yang iseng-iseng buka-buka wp wa – Chuck)
Oke, sekarang dalam post wa kali ini, wa pengen present sebuah teori lagi tentang psycho-philosophy (beuh, bullshit banget neh nama. kekekekeke) yaitu “Massive Equilibrium Theory.”
oke, buat yang belajar Bahasa Inggris pasti tau artinya Massive Equilibrium Theory apaan. Apa? u ngga tau? wedew, kelas berapa, sih, u? *lempar sandal*
oke, yang ngga tau, bisa liat keterangannya di bawah ini:
massive artinya bersifat besar (atau sangat besar)
equilibrium artinya keadaan antara dua atau lebih barang yang berada dalam kedudukan seimbang
theory artinya, ya, teori.
oke, sekarang udah pada tau, kan, artinya?
kalo udah tau, langsung aja kita lanjut ke pengertiannya (lho, tadi kan udah, pengertiannya – maksudnya pengenrtian teori secara keseluruhan, bukan literally word by word!)
Massive Equilibrium Theory adalah teori yang menyatakan bahwa:
Ketika sesuatu berakhir atau pergi, maka lawan dari sesuatu itu akan muncul atau datang dan mengisi tempat yang ditinggalkan oleh sesuatu itu.
Contohnya:
Global Warming
sekarang lagi zaman-zamannya global warming. tapi kalo u mo melek, sekarang kita ngga ngadepin global warming doang, lho, karena dia ngga sendirian, tapi bawa temen, yaitu global cooling. global cooling ini akan terjadi ketika global warming mencapai puncaknya. caranya? ketika puncak kutub akhirnya mencair karena global warming yang sedemikian hebat, permukaan air laut akan meninggi sehingga banyak pulau yang akan tenggelam. Nah, air kutub ntu dingin, and uapnya juga membawa chilling aura sehingga udara akan lebih dingin.
Kalo mo lebih jelas and gampang, tinggal nonton The Day After Tomorrow.![]()
Pengalaman Pribadi
Kalo wa suka ama orang, maka begitu rasa suka itu hilang, wa langsung jadi benci ama orang tersebut. semakin besar rasa suka wa (apalagi kalo udah cinta) maka semakin mengerikan kebencian yang akan muncul belakangan.
ini terjadi di semua kisah cinta sepanjang hidup wa, jadi wa ngga ragu kalo ngembangin ini menjadi sebuah teori yang sekarang wa sajikan.
kekekekekekeke.
nah, sebenernya kalo kayak gini doang, bisa aja namanya diganti jadi Equilibrium Theory doang, ngga make Massive.
Napa wa masih nyantumin kata Massive di depan? tentunya bukan karena wa fans-nya d’Massiv (ntu, lho, band Indonesia yang nyanyi metal {mellow-total}), tapi karena ini masih dalam tahap percobaan, and sejauh ini teori ini hanya bisa diaplikasikan ke hal-hal yang bersifat makro, seperti global warming, etc. Nah, buat pengalaman pribadi wa, wa juga ngga tau napa ini bisa pas. Mungkin wa udah jadi Macro people? (beuh, apa lagi ini?)
kekekekekeke


, sabun wa jatoh, and wa langsung dapet feeling kalo kayaknya ada yang ngga beres, neh.



