Arsip Blog
Monochrome Resolution
Well, udah lama wa ngga nge-post lagi, nih. Hmmm, mungkin udah berapa bulan nih blog wa neglect (well, wa juga ngga blog walking, sih, jadinya ngga tau what’s going on with the people around
) *slapped*).
And karena sebentar lagi akan berganti tahun, maka sudah jelas wa di sini untuk merayakan tahun baru *slapped* nge-post tentang resolusi setahun ke belakang ini, yaitu tahun 2009.
So, yang kuat buat baca resolusi yang… yea, wa sendiri ngga tau nih resolusi bakalan kayak gimana =)) *slapped for real* … yea, pokoknya baca aja dah
) kalo minat =)) *kabur*
OKE, TAHUN 2009, TUH…
First of all, yang wa inget tentang tahun 2009 ini adalah, wa mulai visible lagi. Maksud? Yea, jadinya wa mulai terlihat lagi, kasat mata, gitu *stomped* oke, maksudnya wa mulai membuka diri. Ngga tau kenapa, kayaknya semester 1, tahun 2008, wa, tuh, invisible, ansos, *yea, masukkan kategori serupa lainnya di sini*
Well, wa ngomong kayak gini bukannya tanpa bukti, tapi waktu itu wa inget banget si E ngobrol bentar – singkat banget, cuma pertukaran 2 baris, kalo di naskah drama – and ujungnya si E ngomong: “Wah, ini pertama kalinya wa ngomong ama Male,” or something like that. Pokoknya intinya itu, and waktu itu wa sadar:
Oh, iya, ya… kayaknya wa baru pertama kali juga ngomong ke si E… padahal kita classmate! XD *slapped*
Yup, so, tahun 2009 adalah tahun di mana wa membuka diri, bahkan ada beberapa orang yang bisa dijadikan saksi kalo pas semester 1, tuh, wa serem, gloomy, yea, or things like that
)
emang ngga salah, sih
)
And ini ngebawa kita ke event ter-so sweet buat SEDUCTION (in my PoV), yaitu PASIR (PentAs Seni akhIr semesteR <– yea, tau, lah, kalo SMANSA suka MAKSA <– bahkan bunyinya [SMANSA ama MAKSA] pun mirip! *whacked*). Bukan karena skenarionya yang emang so sweet, tapi juga bagaimana kita, anggota SEDUCTION ini bisa bahu membahu, pundak memundak, mengerjakan proyek PASIR yang kayaknya telad banget dikerjain, borosnya bukan di properti, tapi di dubbing XD *slapped*, etc. Oke, wa ngga lupa kalo kita pernah ampe terpecah menjadi 3 kubu pas PASIR (Kubu X, Kubu Y, dan Kubu Z *slapped*), tapi semuanya terbayar, kan? Kita dapet juara 3 buat PASIR, setelah dibandingin sama kelas-kelas laen yang kelihatannya lebih keren properti, scene, latar, koreografi, and lagu-lagunya. Wa ngga lupa tentang puisi wa (dual poem kalo ngga salah dengan hidden meaning yang kental [ada yang tahu hidden meaningnya?]) pas katanya SEDUCTION mau dipisah. Wa ngga lupa bagaimana ada aliansi unofficial untuk menyatakan petisi ke sekolah buat menentang mosi re-shuffle kelas. Semuanya coming back begitu wa ngetik resolusi ini (bukan berarti wa lupa pas wa ngga ngetik resolusi, ya! XD cuma ngga ada waktu buat nginget <– sok sibuk *whacked), and meskipun wa ngga lebay and bombay, dan juga ngga merasakan ada kehangatan tersendiri di dada wa, tapi wa ngerti, kok, bagaimana ini adalah tahun yang berarti
Buktinya wa sudah merasakan beberapa teman di antara kalian (SEDUCTION); pernah ada yang putus hubungan sebagai teman, sih, tapi udah balik lagi sekarang
; ada juga temen-temen baru dari berbagai kelas (di luar SEDUCTION); mungkin semua orang-orang tersebut juga ngebaca tulisan ini sekarang, so I just wanna say: it’s nice to have you, guys.
So, jadi ganti nama ngga?
NONTON? WHY NOT!
Oke, wa sebenernya lupa kapan wa mulai addicted to go to the cinema (jangan tanya ngapain!), so wa masukin aja ke sini *stomped* Jadi pokoknya jelas tahun 2009 ini adalah tahun di mana wa paling sering nonton. Bahkan, FYI, pas mau tahun baru (Desember 2008), wa udah nge-list film-film yang release tahun 2009 sepanjang tahun yang bakalan wa tonton (credits to: wikipedia :thumbsup: :cling:). Beberapa berhasil wa tonton (woohoo!), beberapa ngga jadi ditonton (yea, udah keburu males, sih *kicked*), beberapa ngga sempet nonton (crap!), beberapa ngga bisa ditonton (T_T) – jangan tanya list-nya isinya apa aja (udah dihapus)!
Well, kayaknya norak banget, ya? And yang lebih noraknya lagi, wa udah ngebikin list film yang release tahun 2010 yang mau wa tonton~! XD *kicked* bukan itu, it’s fine for me to have a must-watch/watching list, but what I really mean is: wa akhirnya bisa nyobain studio 3D itu kayak gimana! XD *kicked for real* Yup, tanggal 21 Desember 2009, wa nonton film 3D pertama wa, Avatar – yang keren abis! Honestly, wa cukup ngerasa 3D studio’s just a waste of money, so I don’t feel like going there anymore *beheaded*
WE ARE GOLDEN XQS!
Yup, buat anak-anak XQS, pasti udah pada tahu yang ini tentang apa. Yup, wa masih inget kalo gara-gara XQS, banyak hal terjadi dalam hidup wa. Contohnya: Wa akhirnya bikin WP cuma buat post tentang EUFOR and karena tahu si Digun punya WP juga *slapped* oke, bukan itu, tapi bagaimana kita bisa solid, and hang out together, and many more (makin lama makin gaje? *stomped*)… well, yang mau wa sampaikan adalah:
… yeah, I remember our first debate; EUPHORIA at DwiWarna. I remember the Ayub incident *slapped*. I remember the dinner in Pizza Hut; about our promise to dine again as a winner. I remember about how we were so GD impressed with the Cisauk guys (yow, you, guys! Are you reading this? *whacked*); yeah, the three of them. Then I remember about our second debate, which is either ENTHUSIASTIC at SMANSA, or ALSA 13th E-Comp at UI – I forget (tho’ I think ENTHU comes first). I remember our first INTERNAL trophy (however, it’s still a trophy, rite?! XD). I remember about ENTHU’s frigging final round (no hard feelings, guys =)) =)) =)) *whacked*). I remember about our grudge with RP; to compete against them again (or was it my grudge? XD *stabbed*). I remember about the deathly sentence when we’re against the ISDC’s besties too (sorry, Ica)!! XD I remember how I didn’t respond when I know that the guys I was facing were 3 of 9 ISDC best speakers. Yea, I remember how fool I was back then XD I remember the dancing POI against SMAN 81 Jakarta. I remember that our scores in ALSA E-Comp were just tight. I remember how we hanged out and watched movies and had dinner or lunches when good movies’re around
) I remember that I’m always in a same team with Ica
) I remember our last competition this year; IAAS 2nd OLYMPIC at IPB. I remember how finally Hafizh, Tita, and Ola, beat the Cisauk trio for the first time (thought luck, guys
). I remember meeting the debaters from Petra Surabaya, yea, Armando was the only name that stuck, so sorry for the other two XD *whacked* I remember how fierce the grand final round was. I remember the debating styles that I’ve faced before. I remember our first EXTERNAL trophies. I remember our first 3 million $_$ *slapped* I remember our jacket designs (whose fate is still unclear *stomped*). I remember the LOs that had escorted us in those competitions. I remember that Hafizh, Tita, and Digun, went to Bandung as Bogor’s ISDC contestants. I remember about a certain teacher that I hate to say his name here.
I remember about Adiguna Bahari
I remember about Aimanur Muharam Tohir
I remember about Annisa Lalitya Mumtaza
I remember about Ayip Fahmi Faturochman
I remember about Budiasti Wulansari
I remember about Hafizh Adi Prasetya
I remember about Tanita Dhiyaan R.I remember about all of you, guys. Those who I recently had realized got a special place in my heart, esp for some of you *whacked* =))
Err, tadi cuma list “I remember” doang, ya?
) *kicked*
LET THERE BE LIGHT… AND SMOKES XD
Next ones, are: you, eASY term 2009/2010 members, representatives, committees, main committees, and chairman! ![]()
Yup, tahun ini – tepatnya setengah tahun ke belakang ini – kalian juga mengisi tempat-tempat kosong di dalam hati wa. Sebagai satu angkatan, kalian kuat, terutama buat angkatan Benteng Batu yang baru join, kalian udah nunjukin hard work kalian, devotion kalian, so, wa minta maaf kalo wa datengnya telat mulu, acuh ngga acuh, ribet sendiri, jutek, indifferent (eh, sama aja, ya? XD), leled, suka marah-marah, etc, etc, etc *masukkan komentar kalian sendiri*. Apalagi pas LMT yang rasanya masih bergaung di dalam rongga benak wa sekarang, pas wa ngetik resolusi ini
) (yea, I still remember about how acted – though I couldn’t remember what I said XD)
Hal ini juga terutama buat kalian, adek-adek dan temen-temen yang sudah menjalani masa-masa PM bareng-bareng (dengan pengecualian beberapa orang *whacked*). Meskipun sekarang wa udah lupa siapa aja yang pernah jadi PM *stabbed* tapi ngeliat bagaimana kalian, yang mungkin belom tahu eASY itu kayak gimana ancurnya tapi udah berusaha hidup-hidupan buat staying alive eASY.
Thank you, guys, thank you. Mau make Bahasa Jerman? Boleh, boleh. Danke schon, danke
) Japanese? Domo, arigatou (Ami, bener ngga?
) *kicked*). Jujur aja, wa sekarang bisa tenang kalo taon depan eASY dilanjutin sama kalian (ea, emangnya udah mua lengser lagi? <– ketauan pengen cepet-cepet LMT lagi~ XD *pierced*). Just keep up your work, keep up your spirit (lha? jadi kayak Cathy? *slashed*), and keep do your best for eASY ![]()
Semoga semua proker kita bisa berjalan lancar dengan LMT yang makan hampir 1 semester *whacked* serta rumor yang mengatakan kalau semester dua nanti hari Sabtu kita sekolah lagi –a
7 FACES…
Bukan, wa bukannya operasi plastik 7 kali tahun ini, tapi ini tentang role-play.
Yup, so, pertama-tama wa mau mengucapkan terima kasih kepada a certain someone (namanya Bila) yang telah memperkenalkan wa pada dunia RP dengan serius. Sebenernya wa dari dulu udah pernah denger tentang RP, cuma waktu itu wa ngga dwell in seriously. Pernah sekali, di IAF (IndoAkatsuki Forum), and I enjoyed it, cuma ngga seribet pas wa akhirnya ngejeblosin diri ke IH (Indonesian Hogwarts) and ampe ngerencanain ngebikin 4 plot yang berbeda dengan membuat 7 OCs XD (yang akhirnya dimatiin semua, kecuali Trio Corvus XD *slapped*). Dari IH wa jadi lebih menghargai EYD, and lebih tertarik untuk mendalaminya dan dunia sastra dengan lebih serius. Wa juga bisa mengembangkan imajinasi wa.
And yang lebih mantebnya lagi, dari IH wa juga menemukan BOHQ (Black Order Headquarter) – mana waktu itu lagi addicted ama DGM, lagi, just perfect timing! XD So pasti wa langsung daftar, and akhirnya sekarang malah punya banyak OC di sana
) mulai dari Supervisor, General, Exorcist, Finder. Di sini (BOHQ), I believe I have a good time, and wa ikutan diangkat jadi SE (bukan Sarjana Ekonomi, tapi Staff Evaluasi! XD) yang cukup wa nikmati kerjaannya ![]()
Tapi, ternyata hikayat RP wa belum berhenti sampai di situ! Dari blog Herbology (entah punya siapa wa udah lupa), wa dapet link ke PW (Potter’s World) di mana wa daftar dengan sembrono sebagai Viktor Oldman XD *slapped* yang sekarang jadi inaktif karena wa masih grogi RP make Bahasa Inggris XD *stomped* Dan layaknya anak kecil belom kapok, wa sekarang berkeinginan untuk menjamah BTM (bukan Bogor Trade Mall, tapi Behind the Magic! XD), yang karakternya bakalan wa lanjutin ke Ardineu University of Magic; selain itu, wa juga udah punya chara di DW (Darkwall) yang registration post-nya tinggal di-post di forum yang bener-bener keren itu (sayang make Bahasa Inggris <– lom pede tea, ceritana, pan~ *stomped*
) ).
Sementara itu, tentunya wa masih akan sering nongol di BOHQ
Backstreet Boys!
)
Hampir klimaks! ![]()
Well, untuk poin ini, cukup dengerin aja lagu-lagunya BSB – yang lagi wa suka sekarang
– and kalian bakalan tahu apa isi poin ini *sok misterius* *slashed*
Reborn from the glass dusts
Oke, buat poin ini, kayaknya yang ngerti (ato at least, tahu dengan bener) itu cuma si Ica doang, ya?
)
Well, gini, nih, dari tanggal 23-28 desember 2009, wa cabut ke Bandung. Ngapain? Yea, emang bener, sih, wa jalan-jalan ke Riau (Jalan Riau maksudnya, yang ada Oasis, etc itu) and ke Ciwalk. Phew, cuma dibekelin duit yang ngga begitu banyak (baca: 40 rb), sih, jadinya of course (wew, ngga efisien –a) wa ngga beli apa-apa di Riau. Well, after all, tujuan wa ngambil pilihan City Tour 1 ini soalnya wa mau mini gath ama salah satu staff di BOHQ and nyari topi Al Capone di Ciwalk (sekalian nyolong wi-fi McD ntar *evil grin* *slapped*) …
OKE, OKE, STOP!
Poin ini bukan buat ngomongin semua “rekreasi” ini, tapi bahwa wa merasa revived di Sidang Perbauran Remaja Regional 2, 3, 4, 5, (Jabar, Jakarta, Jateng, Kalimantan, and Sulawesi). And di sini, banyak orang yang menarik, and guess what? Banyak orang yang ternyata mirip ama orang-orang di kehidupan sehari-hari wa!
Misalnya, ada seorang Ka Hartono dari Jakarta (H1) yang gaya bicaranya mirip Pa Set (kemayu-kemayu gitu – well, gara-gara wa udah ketemu ama dia beberapa tahun yang lalu pas wa masih di SMP; Terus ada Yudi dari Jakarta juga (H16) yang mirip ama Murai; Terus ada juga yang mirip ama botis (baca: Riefan)! Yea, tersebutlah seorang Stephen dari Bekasi XD sayangnya dia (Stephen) ngga se-botis Riefan, malahan, tuh, orang jenius abis. Bisa ngafalin lebih kurang 101 ayat [Alkitab], cuy! Lanjut lagi, ada Indra dari Cimahi yang mirip banget ama A Aufa! Yoi, anak OSIS WINDMILL pasti tahu, kan?
) Terus, yang fans-nya BBF (Boys Before Flowers), ada juga yang mirip ama Kim Bum di sini, namanya Nicko Fernandez dari Jakarta (H16) XD Gokil, kan?
Oke, selesai ama look-alike cowo, sekarang yang cewe. Ada seorang cewe yang gaya rambutnya mirip Dwiarti Larasputri (wa ngga sempet nanya namanya) and ada juga yang mirip Salsabila Panji Arum (2-2-nya junior wa di SMANSA), terus ada juga yang mirip ama Tera Wednes Oktireva Harsa (yoi, Chairperson eASY ke-8) namanya Eden dari Makassar; Belom beres, ada juga Felicia dari Jakarta (H3) yang kayaknya merupakan pergabungan Erwina Salsabila (debater dari Cisauk) and Wanda (dari SMANSA) – komen buat dia, yea, of course, udah pinter (seorang penghafal ayat juga) cantik lagi. Manteb, dah XD (Well, di sini wa ngomong blak-blakan aja, oke?); Tapi itu semua baru di luar, wa ngga tau dalemnya, yang pasti ada seorang cewe yang kepribadiannya sama menyenangkannya seperti si Darisa Syahrini. Oke, ngga usah wa ceritain lagi buat junior wa yang satu ini, pokoknya, banyak hal menarik terjadi pas wa ada di Bandung. Meskipun jadwalnya super ketat and suara wa abis di hari pertama and ngga balik-balik (tapi malah makin parah) soalnya tiap hari teriak-teriak mulu, juga tidurnya kayaknya di barak dengan kasur gelar yang tipis and dingin (gokil, itu AC lebih dari 7 kayaknya ON semua semaleman!), tapi wa tetep dapet sesuatu yang sangat berarti di sana, yaitu wa makin cinta Tuhan and wa dibangkitkan lagi kondisi spiritual and fisiknya
) emang, dah, sidang-sidang kayak gitu manteb abis.
Well, ada juga yang ngga menyenangkan, sih, sekedar pemberitahuan, wa, tuh, adalah orang yang kurang suka ama pesulap, and cenderung merasa terancam kalo ada pesulap di deket wa. Nah, di kamar wa, ada semacam street magician gitu
) and, yea, malem-malem wa tidur rada ngga tenang (meskipun akhirnya jatuh terlelap juga) gara-gara takut dihipnotis XD XD Oke, ini rada garing (sorry peringatannya telad *hanged*).
Monochrome Labyrinth Ever After
Climax!!!
Oke, let’s skip this part *hanged*
Really, it’s not the part I could/would like to say in public~ XD
Perhaps, here I’ll say that it’s nice to have a fox around…
But I definitely can’t get away from my previous one;
Who had maddened me in such a way that I could never forget;
Yeah, I used to name her, Black and White
or should I call her…
6 5 2
___
Demikianlah resolusi tahun 2009 wa!
Gimana? Ada komentar? Kalo ada langsung post aja!
Sekedar kata-kata penutup, pertama-tama, don’t freak out. I know my limits now, okay? Terus dengan klimaks itu sekarang semuanya udah ngerti, kan, kenapa judulnya “Monochrome Resolution”? Thanks for reading, and sekedar puisi super pendek penutup dari wa:
A year will pass
and the clock hands will move,
as the days will fold itself forward,
let us hope not for a brighter year ahead
but for a better living us
in this happy new year of twenty ten![]()
ALSA Day 3
Hari ini dibuka dengan sebuah mimpi.
Ada apa dengan mimpi wa?
Actually, nothing special. Hanya saja, wa inget kalo wa pernah memimpikan hal yang sama, and karena wa bored – somehow – di dalem mimpi wa, wa putuskan untuk bangun dan mengambil hape wa yang ada di deket kepala wa. Wa liat jam berapa saat itu, dan wa mendapatkan angka “05.30” sebagai jawabannya. Wa inget kalo misalnya jam di hape wa kecepeten 10 menit, and wa tau kalo misalnya sebenernya sekarang jam “05.20”. Tapi wa juga kaga lupa kalo misalnya seharusnya jam “05.30” kita standby di Stasiun Bogor.
Menyadari fakta itu, wa langsung cabut ke kamar mandi
Untung aja wa nginep di deket stasiun, jadi wa tinggal jalan kurang dair 5 menit buat ke stasiun
Dalam perjalanan wa ke stasiun, wa sadar kalo sekarang bulan udah jadi bulan sabit.
Nice
Jadi, wa sampe di Stasiun Bogor, and wa ngeliat si Hafizh dengan cangak ngeliatin langit-langit yang lagi dibangun [or anything]. Kemudian si Ica dateng ama nyokabnya, terus si Kania dateng, and Tita akhirnya nyampe juga.
Oke, deh, langsung let’s go ke UI!
Hari ini kita naek kereta express ekonomi AC Bogor-Jakarta (yang ngelewatin UI tentunya). Jadinya, kaga ada acara digencet kayak pepes di hari pertama, yang ada cuma acara duduk di kursi yang lumayan empuk diterpa angin dingin dari AC
Nice
Pas kita lagi di kereta, seorang bapak-bapak separuh baya masuk. Dia memakai pakaian olah raga dengan design seperti pemain sepak bola, sehingga si Hafizh mulai ketawa-ketawa sendiri [sekalipun akhirnya kita bisa ketawa bareng] melihat “atlit” itu. Apalagi pas kita tau kalo misalnya si “atlit” juga turun di UI and starts jogging begitu dia turun dari kereta
Seperti biasa, kita sampe kepagian di FH, and ktia langsung meluncur ke kantin FH untuk makan. Di sono, wa mendapatkan pertanda yang sangat bagus! Pertanda itu adalah: ada Nu Green Tea rasa Madu di dalem kulkas!!!!
Wa langsung beli
Udah gitu, kita re-regist, terus kita masuk ke debater’s hall untuk menyambut team yang akan kita hadapi kali ini.
Teknisnya adalah:
Government: SMAN 3 Yogyakarta
1st speaker: Indri (7’29’’)
2nd speaker: Colley (7’39’’)
3rd speaker: Anti (4’23’’)
Reply speaker: Colley (4’15’’)
Opposition: SMAN 1 Bogor B *
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (7’12’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (7’02’’)
3rd speaker: Maleakhi MIsael Sutanto (7’30’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’44’’)
Adjudicators: Edwin (STAN), Ima (UNIKOM)
Motion: THW promote the use of robots as employee
Best Speaker: -
Margin: +1
Sebenernya, team SMAN 3 Yogyakarta pernah dilawan ama team SMANSA A sebelumnya, tapi kalo ngga salah mereka kalah waktu itu. Dan ini adalah debate ter-lame buat wa. Bukan karena SMAN 3 Yogya sucks, tapi karena wa [sebagai 3rd speaker] kaga bisa pay enough attention ke argumen-argumen mereka untuk menemukan rebuttal untuk tim lawan. Bahkan LO wa: Fadillah Isnan (panggil: Fadil) pun bilang kalo misalnya wa payah banget di round itu. Wa akui, it’s my worst debate
Oke, langsung lanjut ke round terakhir dari Eliminary rounds:
Government: SMAN 1 Bogor B *
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (6’33’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (6’41’’)
3rd speaker: Maleakhi Misael Sutanto (7’32’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (4’08’’)
Opposition: SMAN 81 Jakarta
1st speaker: Indah (7’20’’)
2nd speaker: Hanifia Hanum (3’29’’)
3rd speaker: Aninda W (7’22’’)
Reply speaker: Indah (4’26’’)
Adjudicators: Iko, Ambrozka, Rosnita (kaga ada Edwin dari STAN lagi)
Motion: THP Rehabilitation to Punishment
Best Speaker: -
Margin: – (silent round)
Waktu lagi case-building, ada acara yang cukup lucu, neh, yaitu Buku Sosiologi!
Jadi, pas lagi case-building, wa mikirin tentang stigma masyarakat tentang Drugs User (salah satu parameter kita) and itu langsung mengantarkan kepada Labelling Theory oleh Edwin M. Lemert. Dan menurut wa, ini bukanlah kebetulan kalo di dalem tas wa ada buku paket and catetan Sosiologi!
Serta merta, kukeluarkan buku itu dan kutunjukkan catatan mengenai Labeling Theory oleh Edwin M. Lemert kepada Annisa, dan buku itu masih kugunakan saat aku menulis sanggahan (karena aku bertindak sebagai pembicara ketiga) sebelum akhirnya kubuang buku itu ke lantai [dengan niat buku itu akan mendarat dengan aman di atas tas – dan niat luhur itu terbukti gagal] saat aku selesai menulis sanggahan.
Debate dengan SMAN 81 Jakarta cukup menarik, and wa mo minta maaf lagi ke Hanifia Hanum (2nd speaker of the Opposition team) karena wa sempet ngomong: “… the short second speaker …” padahal maksud wa adalah: “ … the short-timed second speaker …”.
Sorry, banget, ya?
Wa kaga maksud ngehina or apa, nih
Beneran…
Oia, di round ini, wa juga sempet “menari” lho!
Hah? ‘nari? Kaga salah?
Yup, kaga salah (berarti bener)
Jadi, ceritanya gini: wa berdiri untuk memberikan POI, dan tanpa wa sadari, wa nginjek tuh buku catetan Sosio. Gara-gara wa di-reject ama 3rd speaker Opposition, jadinya wa memutuskan untuk kembali duduk. Hebatnya, tuh buku Sosio kayaknya mo ngebales wa dengan membuat wa tergelincir pas wa mo duduk lagi. Untung aja wa memiliki kontrol atas tubuh wa [saat itu] sehingga wa langsung berputar dengan gaya seperti ballerina sambil bergumam pelan, “Ah! I’m falling…”. Setelah 1 putaran penuh, wa kembali duduk di kursi dengan aman, dan wa stare buku Sosio itu dengan tatapan minta maaf dan marah. Kalo tuh buku punya ekspresi, pasti dia udah ngakak gara-gara udah membuat wa nari kayak gitu!
And sekalipun ini silent round, tapi kita tetep menang soalnya di standing terakhir kita punya VP 3 points!
Yay!
Nah, di tengah-tengah round terakhir ini, si Kania dibawa keluar ama LO SMAN 81 Jakarta karena her wound re-opened. Dia langsung dibawa di lantai 2 (kita debate di lantai 3) terus setelah semua member team SMANSA (A & B) dateng, kita bawa dia ke sebuah ruangan di deket KOPMA FH buat istirahat sambil nungguin ortu Kania dateng. Akhirnya, karena desakan waktu, si Widi nemenin Kania, sementara wa, Hafizh, Tita, and Ica, cabut ke balsid (balai sidang – tempat kita opening ceremony) buat mendengar breaking announcement tentang sapa-sapa aja best 16 yang kepilih buat masuk octo final di hari berikutnya. Adapun the best 16s are:
1. SMAN 4 Denpasar A (winning streak 5-0)
2. SMAN 8 Yogyakarta A (4-1)
3-16. – (lupa
)
Meskipun begitu, ada team yang ditulis Swing Team (kalo kaga salah urutan ke-3 ato ke-4, gitu. Mereka disebut Swing Team karena ada yang double role karena ada 1 member yang kaga hadir) dan mereka mengundurkan diri karena 1 member mereka itu, sehingga urutan ke-17 dalam standing juga dimasukkan ke dalam team yang akan bertanding di octo-final.
Anehnya, nama SMAN 1 Cisauk kaga nongol.
Dan ketika standing diperlihatkan, SMAN 1 Cisauk ternyata berada di peringkat ke-18!
Damn!
Sakit hati banget mereka begitu mereka tau mereka cuma butuh 1 kata pamungkas untuk masuk ke octo-final (soalnya perbedaan posisi ke-17 ama ke-18 cuma 0,08 point score!)
Kalo yang team SMANSA B butuhkan hanyalah penghapusan 1 kalimat yang telah terucap [yaitu: Ca, jangan definitional challenge!], Cisauk cukup 1 kata pamungkas yang belom mereka ucapin biar mereka bisa masuk ke octo-final!
Tabah, ya, Cisauk
Taon depan, ALSA’s 14th National English Competition ikut lagi, ya?
Di sono, kita avenge kekalahan kita di sini!
TETEP SEMANGAT FOR ALL OF US!!!!!
Sekedar sisipan, wa menyadari 1 hal yang cukup lucu, yaitu bagaimana nama Edwin bisa memenangkan round!
Jadi, setiap kali kita ketemu ama Edwin dari STAN, kita menang! Tapi pas kita ngadepin SMAN 81 Jakarta, bukan Edwin yang nge-adju kita. Nah, gimana, dong? Tapi ternyata nama Edwin itu seperti nama dari Surga yang menandakan kemenangan kita dalam sebuah debate! Dan untungnya, Tuhan mengingatkan wa untuk menggunakan nama itu melalui Labeling Theory yang dicetuskan oleh Edwin M. Lemert!!!
Moga-mogaan di lomba debate berikutnya, wa bisa cepet mendapatkan nama dari surga yang bisa menandakan kemenangan kita!
Hehe
Oia, pas kita lagi nungguin breaking announcement, kita berhasil membuat logo XQS and perencaaan jaket XQS. Semoga kita bisa memenangkan kompetisi dalam waktu dekat sehingga pembuatan jaket ini bisa jadi sebelum kita regenerasi
ALSA Day 2
Oke, kita mulai aja review-nya (yang agak telad – eh, ini, mah, telad banget, ya? Sorry
)
Jadi, hari ini dimulai dengan sebuah pemandangan langit yang clear, tapi hanya sedikit bintang yang terlihat, sementara bulan yang hendak membentuk pose bulan sabit tengah menggantung di langit dengan terang benderang. Sementara itu, seorang remaja berjalan dengan tenang di bawah pemandangan yang biasa-biasa saja seperti itu. Remaja itu bernama Male.
Dia naik angkot 04A dari seberang komplek perumahan “Taman Surya Megah” tempat dia tinggal, lalu dia berganti angkot dengan angkot 02 setelah mengatakan “Kantor Batu” kepada sang supir dan mendapatkan anggukan dari sang supir yang tengah mengobrol dengan seorang pria yang tak dikenal Male.
Sesampainya di depan Jl. Kantor Batu, Male [demi kemudahan penulis, maka penulis akan mengganti nama “Male” dengan kata “wa”] berjalan ke SMAN 1 Bogor, sekolah tercinta wa, and saat wa nyampe di SMANSA, saat itu juga mobilnya si Ica menepi and si Ica turun.
Punctual indeed, we are
Sementara itu, si Hafizh sebenernya udah nunggu dari tadi, cuma wa and Ica kaga ngeliat dia gara-gara dia numpang B.A.K. (buang aer kecil) di LIPI (elit gila, nih, orang!)
Jadi, pas kita (wa and Ica and Tita – yang dateng kaga lama kemudian) nungguin si Hafizh, wa stare to the sky and wa realize something. Well, it’s something I would like for you to understand, but it’s just there’re two flashes in my mind.
The first flash is: apakah wa udah jadi pemuja langit?
Bagaimanapun juga, di Bible tertulis jelas kalo misalnya kita (Christians) kaga boleh jadi pemuja langit, karena di cakrawala ada musuh (demons), and dengan memuja langit, secara tidak langsung kita akan memuja musuh. Lagipula juga tertulis kalo misalnya orang yang sering memandang langit tidak akan mencapai tujuannya (baca: orang yang sering melamun kaga bakal dapet hasil apa-apa). Dan karena flash itulah, wa putuskan wa akan mengurangi frekuensi (bahasanya~) memandang langit:)
Jadi? Hubungannya?
Emang kaga ada
The second flash is: bulannya terlihat grinning at us
Jadi, kalo misalnya diliat dari bawah, bulan yang masih setengah crescent (setengah crescent? Ada, tah?) ntu keliatan seperti emoticon “:D”, and entah kenapa menurut wa, it’s like the moon is mocking at us through her smile.
Oke, BTT
Jadi, kita berempat (si Hafizh dah balik dari LIPI) nungguin Kania ampe akhirnya Kania nelpon and nyuruh kita langsung jalan aja, and ketemuan si tol. Oke, deh, langsung aja, kita cabut ke UI!
Setelah pick up si Kania di tol, akhirnya kita berlima sampe di UI jam setengah tujuh (setengah jam sebelom waktu yang ditentukan). Di FH, keadaan masih sepi, stand re-registration belom buka. Kaga ada High School-ers yang udah stand by.
Wew
Oleh karena itulah, kita putuskan untuk pergi ke kantin FHUI buat sarapan (berhubung banyak yang belom sarapan). Di sono, wa nyari nu green tea rasa madu (kayak kemaren) and tetep kaga ketemu. Aku kecewa.
Tapi tetep, kekecewaan wa ternyata bisa diangkat dengan mudah karena wa menyadari 2 hal di kantin FH! Adapun 2 hal itu adalah:
- seorang petugas kantin ternyata memiliki kontur wajah yang mirip dengan pelawak kondang Sogi Indra Dhuaja dari Xtravaganza! Perbedaannya hanyalah petugas kantin ini lebih tinggi dan lebih good-looking dari pada sang actor
- petugas kantin yang dimaksud memakai sebuah jaket dengan tulisan “delapan” di belakangnya.
Ada apa dengan kata ‘delapan”?
Hoho, jawabannya bisa dilihat di paragraph berikut ini:
Jadi, sewaktu kita lagi dalam perjalanan ke UI, si Hafizh cerita tentang seorang native speaker yang masuk ke kelasnya. Native speaker itu punya impression yang sangat bagus terhadap kata “delapan”, dan awalnya, sang native speaker menganggap “delapan” adalah sebuah tempat di mana ada danau yang tenang, birds chirping, something like earthly paradise.
Jadi, wa langsung reminded mengenai hal itu begitu wa ngeliat tulisan “delapan” yang dibordir di belakang jaket si petugas kantin
Moving on to the real debate:
Jadi, ternyata, SMAN 8 Yogyakarta yang kemaren kita adepin melejit ke peringkat pertama dengan VP=1 dan Score tertinggi (inget, sistemnya di sini: VP, Score, Margin). Tentu saja itu semua karena kita di-slaughter di 1st eliminary round kemaren. Dengan begitu wa yakin kalo mereka berhutang budi ama kita jadi tambah ngerasa bersalah karena udah ngelarang si Ica melakukan definitional challenge, juga jadi pengen cepet-cepet taon depan buat re-match ngadepin tim pembantai ISDC dari provinsi lain (seperti Banten, etc.)
Sebenernya masih ada hal-hal yang harusnya wa tulis, tapi karena wa nyatet everything in my handphone, and my handphone is gone today
, jadinya wa minta maaf kalo banyak yang kaga diketik di sini
Jadi, moving on to the elim rounds:
Di second eliminary, kita berhadapan dengan SMAN 1 Ponorogo, and teknisnya adalah sebagai berikut:
Government: SMAN 1 Ponorogo
1st speaker: Yuanita Intan (6’48’’)
2nd speaker: Raga Driyan P (7’25’’)
3rd speaker: Ni’ Matul Faizah (7’52’’)
Reply speaker: Raga Driyan P (3’13’’)
Opposition: SMAN 1 Bogor B *
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (7’04’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (6’54’’)
3rd speaker: Maleakhi Misael Sutanto (6’51’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’44’’)
Adjudicators: Edwin (STAN), Adi (UII), Tantia (FHUI), Iyan (AIM)
Motion: THW continue the development of Majapahit Information Centre in Trowulan
Best Speaker: Annisa Lalitya Mumtaza
Margin: +3,7
P.S.
ü Nama adjudicator yang wa bold adalah chair adjudicator (the one who tell us the verbal adjudication, while the others who weren’t typed in bold is the panelists and trainees)
ü Team yang wa berikan asterisk (*) di belakang namanya adalah winning team
Jadi, Ponorogo adalah team yang enak buat diajak debate, and enak di luar debate. Kita juga sempet ngobrol-ngobrol (meskipun masih dalam lingkup debate), and we would be glad to see them next year (ALSA’s 14th National E-Comp)
Moving on to the adjudicator, menurut wa Edwin dari STAN itu DW EUPHORIA’s Alfa, hanya saja, kalo kita ketemu Alfa, kita kalah, kalo kita ketemu Edwin, kita menang
Oke, lanjut ke next match:
Government: SMAN 1 Bogor B
1st speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (7’09’’)
2nd speaker: Kania Novita Wulandari (6’03’’)
3rd speaker: Maleakhi Misael Sutanto (7’22’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’49’’)
Opposition: SMAN 2 Lampung *
1st speaker: Nuriasani Y (7’19’’)
2nd speaker: Widya Maharisa (6’19’’)
3rd speaker: Dinye Safitri F (6’44’’)
Reply speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (4’14’’)
Adjudicators: Novel (UGM), Ryan Finanda, Naftalia
Motion: THW apply lower income tax for women
Best Speaker: – (kaga nanya)
Margin: -2,25
Wew, dengan begini VP kita mandek di 1 point, and margin kita jadi: -6,98 (-8,1+3,37-2,25)
Terus, kita move on ke bagian skandal!
Jadi, hari ini ada skandal baru, yang dalam format motion adalah: THBT obviously, Tanita Dhiyaan loves muscular men
Buktinya? Although I wasn’t sure about that, tapi sepertinya si Tita menunjukkan tanda-tanda – ehm – ketika Devri (SMA DwiWarna A) make jas and ngelinting jasnya sesikut – thus, showing his muscular body
no offense all
Oke, meskipun begitu, wa juga punya insiden buat ditampilin, dan insiden kali ini berasal dari Ami dan wa proudly named it: “tashakor incident”
Jadi, si Ami cerita [dengan nada yang super menghayati] mengenai Saby yang naek turun tangga gara-gara temen 1 skulnya telad. Kemudian, sang target meminta air minum ke Ami setiap kali mereka ketemu (karena Ami sedang menunggu entah di atas ato di bawah), dan target meminta aer minum kepada Ami, dan mengucapkan tashakor (thanks – Arab) setiap kali dia selesai meminumnya. Dan karena itu terjadi berulang-ulang, maka punchline yang diberikan Ami pas lagi Car Forum adalah: “Tashakor, tashakor. Wa terima tashakor u kalo misalnya u udah beliin wa aer yang baru!”
Langsung 1 Car Forum pada ngakak!
)
Di Car Forum, kita juga ada beberapa event penting, yaitu: copyright of dryness (lit. hak cipta kegaringan)
Adapun dry quotes yang di-copyright adalah:
Hafizh Adi Prasetya:
ü SKSD (Sok Kenal Sok Dikenal)
ü Etc. (lupa wa, udah 2 hari berlalu, sih, Fizh! Kalo u mau ngasih tambahan, u post aja di comment box)
Ayip Fahmi Faturochman:
ü Taon 2009 kaga garing, kaga asek!
Nah setelah itu kita membandingkan E-Comp ama EUPHORIA. Dari perbandingan itu, kita mendapatkan kalo EUPHORIA lebih asik dan lebih ga asik dari E-Comp. Lebih asiknya karena: di EUPHORIA anggota Exquisite lengkap semua, suasana kaga terlalu serius, peserta yang mengikuti kagak bejubel [sehingga kita bisa memanfaatkan waktu untuk analyze every teams’ weakness and strength]; Lebih ga asiknya karena: di EUPHORIA kurang serius dan kurang powerful team-nya (I said this b’coz I didn’t fought SMAN 3 Depok, SMAN 1 Cisauk, and Canicius), kurang rame pesertanya (wew, ini, koq, jadi inconsistent, ya?
).
Setelah beres membandingkan EUPHORIA dan E-Comp, kita ngomongin tentang OST Film, TV Shows (dimulai dari Gossip Girl ampe Heroes), setelah itu kita cabut ke tempat AFS (wa pengen ngebalikin form and things; Ami, Ica, Hafizh, Tita, pengen beli form)
Di tempat AFS, wa ketemu ama Liana (temen SMP)!
Haha, kayaknya tempat AFS tuh tempat buat reuni ama temen-temen SMP, ya?
___
Jadi, hari ini adalah hari yang cukup berat, terutama karena kita seharusnya menangin 3rd eliminary round biar bisa ngejar ketinggalan gara-gara kalah ama SMAN 8 Yogyakarta kemaren, tapi kita malah kalah ama SMAN 2 Lampung
Akh!
Depressed wa
Oia, ada tambahan:
Hari ini ada adju yang mengingatkan wa ama Aura Kasih
sapa orangnya? tebak ndiri, deh
no offense
ALSA Day 1
Oke, hari ini adalah hari pertama ALSA E-Comp (kalo kemaren kaga diitung)
And, langsung aja kita lanjut, oke?
Well, hari ini wa bangun pagi, jam 5.15 (gara-gara alarm di hape wa bunyi), terus wa tidur lagi – swt. Hehe
Terus wa bangun lagi kira-kira jam 6an [wew, rekor baru! (biasanya wa bakalan bangun jam 7-8an kalo udah kayak gini
])
Nah, tanpa basa-basi, wa langsung mandi terus sms si Ica mo pake baju apa hari ini (tentunya sambil nyiapin baju bebas). Pas wa beres mandi, wa ngeliat kalo si Ica udah bales sms wa. And jawabannya adalah: “Ya, pake seragam, lah, mel!”
Wedew
Wa langsung nyiapin seragam
Untung aja tadi wa belom make baju bebas
Udah gitu, wa langsung siap-siap, sarapan, terus langsung cabut ke skul tercinta wa, SMAN 1 Bogor, jam 7an. Perjalanan wa biasa-biasa aja, and akhirnya wa sampe juga di SMANSA!
Udah gitu, wa langsung jalan ke TU. Ngapain? Buat legalisir fotocopy rapor semester 1 wa – buat AFS. Untungnya TU hari ini buka, jadinya wa langsung legalisir
Pas wa lagi nungguin rapor wa dilegalisir, si Kania dateng, terus gak lama kemudian, si Ica juga dateng. Dengan begitu tim SMANSA B udah lengkap
tinggal tim SMANSA A, terus kita cabut, deh
Beberapa menit kemudian, si Tita dateng, disusul Widi beberapa belas menit kemudian. Hebatnya, pas si Widi dateng, wa lagi nelpon dia. Si Tita/Ica? manggil wa terus nunjukkin si Widi yang lagi jalan ke arah wa, terus call wa diputus si Widi.
Haha, buang pulsa, deh, wa
Udah gitu, kita nunggu ampe ampir jam 10. Nungguin sapa? ya, si Hafizh, lah!
Beneran, dah, nih, anak. Di-sms jam 9 ngumpul di skul, jam 10 baru nongol.
shi*, man!
Sementara itu, wa ngeliat dia 2x. 1x pas dia ama Gita lagi jalan keluar komplek SMANSA, terus 1x lagi pas dia and Gita (and some other people) masuk ke komplek SMANSA. Dia hari ini berkaos item, and make jins terang (if I’m not forgotten). And pas dia lagi jalan dengan elegannya, setiap langkahnya mengaduk-ngaduk suasana hati wa. Wa pengen nyapa, and si Gita (pas lagi mo keluar dari komplek SMANSA) ngeliat wa, jadinya wa urungkan, deh. Tapi tatapannya yang terpaku ke depan membuat sebauh pertanyaan muncul dalam kepala wa, yaitu: Apakah wa udah punya kekuatan invisible?
Setelah si Hafizh sampe di skul, akhirnya kita berangkat ke UI numpang mobilnya Ica
Pas lagi jalan, wa punya selingan lagi, neh. Kali ini pas di Tugu Kujang. Jadi, ceritanya: pas wa lagi stare outside the car, wa ngeliat ada seorang penjual koran yang panas-panas terus berjalan menjajakan korannya dari mobil ke mobil demi mencari nafkah. Awalnya wa kaga ngeliat wajah penjual koran ntu karena dia lagi stop by a car yang pengen ngebeli koran seharga IDR 2.000. Ibu-ibu di dalem car-nya ngasih duit IDR 1.000 2 lembar, and 1 lembarnya jatoh ke jalan.
Otomatis dalam pikiran wa terlintas kalimat: wah, udah tajir. Duit dibuang-buang
Tapi kalimat itu menghilang ketika si penjual koran membungkuk untuk ngambil 1 lembar IDR 1.000 yang tergeletak tak bernyawa di atas aspal panas itu. Wa simpatik ama dia, pengen ngasih duit ke dia (tapi kaga pengen juga, takut dia ngira wa nganggep dia pengemis), and pas sang penjual koran berbalik setelah mengambil 1 lembar IDR 1.000 tadi, wa langsung struck.
Wa menangkap radiasi aura kebahagian yang lumayan intense dari sang penjual koran. Wajahnya terlihat bercahaya di bawah bayang-bayang lidah topi yang dikenakannya. Senyum yang tak terlihat itu merekah hingga wajahnya tertarik sedemikian rupa.
I’ve never felt a joy that intense
bukannya lebay, tapi itulah yang wa rasakan tadi.
Beneran!
Akhirnya, kita sampe di FHUI, and pas wa turun, kita rencananya mo makan dulu di kantin FHUI sebelom re-registration, and sebelomnya, wa and Hafizh visit the KOPMA (Koperasi Mahasiswa) buat jajan. Si Hafizh beli onde-onde raksasa (@ IDR 2.500) sementara wa beli makanan gaje yang [katanya] isinya smoked meat ama telor (@ IDR 3.500) and recommended ama pramuniaganya (eh, manggilnya pramuniaga ato gimana, ya, yang bener? dunno~). Ternyata, wa mendapatkan kejutan kecil di dalam makanan yang berbentuk kotak dengan tekstur kulit kroket garing berbumbu itu, yaitu: ada saos yang menyelimuti potongan meat di dalamnya!
Akh!
padahal wa kaga demen ama anything kayak saos apalagi sambel ato cabe!
Tapi gara-gara waktu wa SMP wa sering dihukum dengan makan cabe rawit ijo hasil kebun ndiri berkali-kali, jadinya wa bisa tahan. Tapi ujung-ujungnya wa kasih juga ke Hafizh – soalnya potongan meat-nya udah mo abis
And pas lagi nungguin Widi, wa dapet kejutan lainnya, yaitu: HAPE WA ILANG!!!!
AKH!!!
Kali ini udah parah. Tapi ntah napa wa kaga freak out or something coz ada beberapa pikiran yang melintas dalam benak wa:
- sekalipun wa freak out, tuh, hape kaga bakal jatoh dari langit di depan wa, kan?
- kalo wa freak out, bisa-bisa mental wa down sebelom debate mulai
- kalo wa freak out, gimana image wa and SMANSA di mata orang-orang?
dan karena 3 alasan di atas lah wa putuskan untuk tidak freak out. Bahkan pas wa kasih tau si Hafizh tentang hape wa ini, dia sempet nanya, “u, koq, kaga freak out, mel?” wa jawab aja dengan alesan pertama, demikian juga pas si Widi tau kalo hape wa ilang
Terus kita lanjut ke kantin FHUI. Di sono, wa beli Nasi Goreng Ayam(@ IDR 7.000) sementara si Widi beli Nasi Goreng Kambing (@ IDR 9.000). Pas kita lagi mau makan, wa ngelirik nasgornya si Widi, terus wa ngeliat something yang menjadi kejutan kecil buat wa yang berikutnya, yaitu: Ada potongan cabe!
Wew, seperti yang udah kita ketahui semuanya, wa kurang demen ama cabe, tapi karena itu makanan udah dimasak and nasi udah menjadi nasi goreng, jadinya wa lahap aja, tuh nasgor. enak juga, sih. Cabenya nambah nafsu makan wa
Udah gitu, kita re-registration and lanjut ke Debater’s Hall [yang kayak studio acara TV lama "Siapa berani?"] and 1-1 tim diabsen. Setelah berbelas-belas tim dipanggil, SMANSA A dipanggil. Otomatis, begitu pembicara manggil tim berikutnya, kita (SMANSA B) langsung ngangkat tangan. Eh, kaga taunya, yang dipanggil bukan kita! D@mn! Malu abis dah makhluk-makhluk yang dengan pe-denya ngangkat tangan tadi! (wa kayaknya pengecualian)
)
*digetok Ica*
Udah gitu, setelah berpuluh-puluh tim yang dipanggil (di mana wa udah berharap tim wa bakalan disebut di urutan ke-59 dari 58 tim
), akhirnya tim SMANSA A dipanggil!
Firasat wa, wa harus ngewaspadai tim yang disebutkan setelah and sebelom tim wa. Napa? karena wa punya hunch kalo misalnya pemanggilan tim yang acak ini udah sesuai ama turn yang bakal ditayangkan sebentar lagi.
And ternyata dugaan wa bener. Ini membuktikan kalo wa punya accelerated probability (ato weak level intuitive aptitude?)
Ternyata wa ngadepin SMAN 8 Yogyakarta! Denger-denger dari Ica, 1st speaker dari SMAN 8 Yogyakarta ini adalah member dari ISDC (International School Debating Competition)
nice, abis!
Meskipun si Ica kayaknya udah rada down gara-gara ntu, tapi menurut wa, apapun yang dia makan, apapun status dia, minumnya tetep teh botol sosro, dia tetep manusia (kaga ada maksud nyombong!)
Ternyata, motion yang keluar adalah Improptu Motion.
Apa itu improptu motion?
Improptu motion is the spontaneous motion that was given by the adjudicator/comittee without any earlier information to the debaters/participants.
Improptu Motion yang keluar:
Category: Sport, Media, and Entertainment
- THBT Indonesia should bid for World Cup
- THW Apply Rating for Indonesian Movies
- THW Lisence Journalists
Manteb, kaga?
Akhirnya, diputuskan kalo motion ke-2 (THW Apply Rating for Indonesian Movies) lah yang akan didebatkan, dan kita langsung digiring oleh LO SMAN 8 Jogja ke ruangan nan jauh dari Debater’s Hall. Wa mengamati keadaan and nyadar kalo kita udah keliling 1/12 UI kayaknya (gara-gara kita udah ngelewatin FIB [Federal Investigation Bureau Fakultas Ilmu Budaya] and masuk Sastra Jepang [kalo kaga salah]). Saking jauhnya ampe si Kania ngomel kalo dia bakalan bikin kritik dan saran: “tempat debatnya jangan jauh-jauh!” Logical juga, sih, soalnya kita keliling-keliling 1/12 UI terus naek tangga melingkar, pula!
mantab!
Selama perjalanan, wa nangkep kesan bahwa si Ica and Kania (sekali lagi, kaga ada maksud nyombong ato apa-apa) kaga siap buat motion ini, and that’s why I’m reciting the motion in my mind continuously, ampe wa mendapat pencerahan!
Wa tau argumen-argumen SMAN 8 Yogyakarta, and wa tau 1 big flaw dalam debate yang akan berlangsung. Awalnya wa mo ngasih tau Ica, tapi wa urungkan niat gara-gara team SMAN 8 Yogyakarta is walking behind us, and they’re whispering (or talking in a soft voice) about something – which I suppose is the motion.
Akhirnya, kita sampe juga, and kalo kaga salah waktu case build udah tinggal 20 menitan, wa langsung kasih tau beberapa hal and biggest flaw mereka ke Ica, and that’s:
There’ll gonna be a false definition given by the government team (we’re the opposition)
Jadi, wa mengantisipasi Govt bakalan ngomong kalo “rating” yang dimaksud adalah “klasifikasi film berdasarkan umur”, and seperti yang kita tau, motion-nya adalah “THW” (yang berarti mendebatkan mengenai sesuatu yang belom terjadi), sementara definition yang akan diberikan sudah terjadi di Indonesia, seperti yang bisa kita lihat di bioskop-bioskop
Wa udah ngasih tau ntu ke Ica, wa udah ngerancang definitional challenge, tapi wa masih ragu. Takut kalo accelerated probability wa salah, sehingga wa masih mikirin gimana untuk nge-counter Govt kal0-kalo kita make definition mereka.
Alhasil, begitu debate dimulai, wa ngelarang si Ica untuk memberikan definitional challenge. Hal itu adalah titik telak di mana kekalahan team SMANSA B telah ditentukan.
Sorry, ya, Ca, Kania….
Jadi, teknis debate-nya seperti ini:
Round: 1st Elim
Government (SMAN 8 Yogyakarta A)
1st Speaker: Vulkania N. A. (7’31”)
2nd Speaker: M. Rifky Wicaksono (7’05”)
3rd Speaker: Ibrahim Hanif (7’07”)
Reply Speaker: Vulkania N. A. (4’32”)
Opposition (SMAN 1 Bogor B)
1st Speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (6’14”)
2nd Speaker: Maleakhi Misael Sutanto (7’20”)
3rd Speaker: Kania Novita Wulandari (3’07”)
Reply Speaker: Annisa Lalitya Mumtaza (3’51”)
Winning Team: Government Side (SMAN 8 Yogyakarta A)
Margin: 6 points
Best Speaker: 2nd Speaker of the Government Side (M. Rifky Wicaksono)
nice
Udah gitu, akhirnya kita balik ke Debater’s Hall buat makan sore. Makan sore hari ini adalah: Chicken Story menu Original. Rasanya enak
Waktu kita lagi makan-makan, kita akhirnya tau kalo misalnya SMAN 1 Cisauk menang lawan SMAN 3 Bandung dengan margin +1, sementara SMA DwiWarna B kalah [lawan a-team-which-the-name-I-forgot
] dengan margin -3.
nice~
Udah gitu, kita cabut (soalnya kata Fadil [LO wa - buat yang belom tau] standing bakal diumumin besok). Awalnya kita mo beli kaos bertuliskan tema ALSA 13th E-Comp (ada 3, yaitu: “Beauty in Variety“, “Liberty in Unity“, and “English as Entity” @ IDR 55.000 [kalo beli 2, cukup bayar IDR 100.000 << promosi
]) and pin ALSA [sementara si Widi mo beli jaket UI seharga IDR 90.000], tapi karena berbagai alasan, jadinya kaga ada yang beli apapun.
Wew
Udah gitu…
wa lupa…
pokoknya kita pulang ke Bogor, and semuanya di-drop di SMANSA
terus kita balik ke rumah masing-masing
aduh, kita beneran butuh dukungan, neh!
Waktu ngadepin SMAN 8 Yogyakarta, mereka bawa temen-temen mereka sekampung [kayaknya]
kita mohon dukungan and doa-nya, at least supaya kita bisa ampe Semi-Final!
Itu aja, Kaga Lebih!
Cukup Ampe Semi-Final!
BREAK! FIGHT! WIN!
ALSA 13TH ANNUAL ENGLISH COMPETITION!!!!!!
Day of Foolishness
Oke, hari ini adalah hari yang… foolish (seperti biasa, bakal wa terangin belakangan), and oleh karena itu, langsung aja kita lanjut ke kejadian-kejadian hari ini.
Kejadian awal dari hari ini adalah… bulan
hari ini, bulan masih keliatan terang banget, bahkan in the morning ampe bell. And wa memanfaatkan kesempatan ini untuk stare at the moon di atap.
Haha, kedengerannya aneh banget, ya?
emang ini adalah hari yang penuh dengan kebodohan
Hari ini sebenernya wa harus nge-legalisir fotocopy rapor kelas 1 sma semester 1 and wa ada susulan sosio, tapi wa abaikan semuanya itu dengan ikut Technical Meeting dan Re-Registration ALSA English Competition (E-Comp).
Bego banget, kaga?
and wa juga minta maaf (sebelom wa lupa) ke Ola, gara-gara wa tech meet jadinya u sendirian susulannya, juga ke Bu Bekti, gara-gara saya lebih memilih untuk mengikuti technical meeting padahal sudah membuat janji untuk melakukan susulan ulangan.
sorry for you all.
Oke, jadi hari ini kita (wa, Ami, Ica, Hafizh, Tita, Teh Nita, ama Mam Susi) naek kereta ekonomi di Stasiun Bogor. And selama wa menunggu, wa realize something very unimportant.
What’s that?
it’s that the people waiting for the train are standing in front of the white stripes. while we know exactly that we’re all supposed to stand behind the white stripes, don’t we? but, still, when I asked Mam about that, she could only respond, “well, that’s Indonesia.”
phew
Indonesia
wish you could change, man!
terus kita naek ke kereta Ekonomi. Seumur-umur, ini adalah pertama kali wa naek kereta Ekonomi. Wedew. Desek-desekan and super pengap ampe pas wa ngibas-ngibasin tangan wa, kaga ada angin sedikit pun.
wedew
Indonesia, once again
selama perjalanan, kita semua ngegaring ria and setiap kali kereta berhenti di stasiun, wa selalu komen ke Hafizh, “One sentence: I hate Indonesia.” Gauge Internationalist wa makin penuh aja, nih
Akhirnya, setelah melewati 6 stasiun (kalo ga salah
), kita sampe di stasiun UI. Sensasi pertama yang wa rasakan adalah: Haus, pengen beli nu green tea (baca: niu grin ti) yang rasa teh madu, tapi kaga ada
wew
FYI, bahkan di UI kaga ada nu green tea madu
akh!
Nah, dari stasiun, kita keluar terus masuk ke komplek kampus UI. Beneran, dah, ini komplek keren banget. Asri, Ijo, Ramah Lingkungan, Tertata Rapi, kayak udah bukan di Indo – kecuali iklimnya masih tetep tropis and banyak keturunan ras Austronesia-nya.
Kontras banget ama rumah-rumah padat and kumuh di seberang rel kereta yang memisahkan komplek yang dipagari dan lingkungan kontras di seberangnya.
wew
Terus kita dipandu oleh salah satu alumnus SMANSA (kenal ama Mam, kaga kenal wa – ya, eya, lah! sapa, sih, yang kenal seorang Male?) ampe ke FHUI (Fakultas Hukum Universitas Indonesia) – tempat si Tita pengen kuliah ntar.
Manteb gila si Tita!
Di sono, kita nungguin LO kita, and sementara itu, muncullah tim-tim yang sangat kita kenal.
Yang pertama adalah: SMAN 1 Cisauk
Manteb, dah, impression-nya. Kayaknya sejak wa kasih tau anak-anak XQS and non-XQS tentang mobil van ber-label “SMAN 1 Cisauk”, mata kita terpaku mengikuti gerak mobil itu ampe mobil itu berhenti di depan kita. Fiky, Fiski, and 1 cewe turun, terus pas si Fiky (ato Fiski – wa lupa
) nutup pintu mobil, pintu ntu kebanting keras di depan 1 cewe yang masih tersisa di dalam mobil. Si cewe yang marah langsung ngebentak pelaku, “SHIT!” pas si pelaku ngebukain pintu mobilnya lagi.
Otomatis ini memberikan kesan pertama yang cukup buruk buat tuh cewe, and kita jadi berkonspirasi sambil mengatakan kalo tuh cewe bakalan jadi the next Shalsa (yang gi holiday [baca: ikut lomba speech International calibre held by UN] di Bali).
Awalnya wa rada terkejut, sih, pas wa ngeliat tuh cewe. Mo tau napa? Ini gara-gara si Fiky pernah nge-wall wa kalo misalnya team Cisauk ntu: Fiky, Fiski, and Haryo (someone I dunno). So, until further explanation, wa akan nganggep tuh cewe bernama Haryo
manusia, manusia~
Tim berikutnya yang kita temui adalah: SMAN 3 Depok!
Untungnya, Saby and Hajrina kaga ikutan debate. Kalo kaga salah ikutannya speech, sementara junior-nya yang ikutan debate. Wew. Tapi se-junior-nya mereka, wa yakin mereka udah digembleng ama 2 maestro debate ntu.
Jadi kaga sabar buat ngadepin mereka
Next team we recognize is: Canicius
SMA ini belom pernah kita adepin, tapi ada kabar kalo mereka ntu killer banget debater-nya. Nice
Another powerful competitor is what we need to be spirited!
YEAH!
And team terakhir yang kita recognize adalah: SMA DwiWarna.
Team A (Ayub, Ihsan, and the gank) and Team B (Rino, Devry, and the gank), serta para kontestan dari DW di lomba-lomba laen bermunculan.
Tapi impression mereka kaga separah 3 tim sebelomnya, sih ![]()
kecuali buat seseorang, maybe :D
Oke, kita lanjut lagi. Kali ini ada sedikit selingan.
Jadi, sejak wa menginjakkan kaki di FHUI, wa jadi gunjingan anak-anak XQS and Widi tentang: Alfa – someone whom I have the false scandal with in the late DW’s EUPHORIA. Masalahnya, dia make kaos ijo yang waktu ntu dipake, and ntu langsung remind anak-anak penggila skandal ini dengan insiden di EUPHORIA (yang bisa diliat di post pertama wa ato di blog anak-anak XQS laennya yang ada di Widget “Exodus“). Mana, pas kita ada tech meet debate, kita harus duduk di baris depan, and si Alfa and Astri (another Adju) lah yang memberikan presentasi mengenai ‘what the debate is’.
Apa lagi ada yang bilang kalo tempat duduk wa, tuh, clear view banget ke seat si Alfa. Nice.
Oke, ada sedikit selingan lagi. Kali ini mengenai kejadian pas Opening Ceremony.
Di sini, kita dikasih sebuah Yell, yaitu:
If the comittee shouts, “ALSA!” then the participants shall responds by saying, “ECOMP!”
Sedikit selingan lagi. Wa kaga tau apa yang nyambet wa siang ntu, tapi wa ngeliat wajah dia di mana-mana. Jujur, wa pengen berada di SMANSA saat itu.
Terus hari ini adalah hari paling ter-deja vu buat wa. Kayaknya, wa udah sering banget ngemimpiin kejadian-kejadian di ALSA Ecomp ini. Mulai dari pas ngobrol di lobby, ampe pas kita lagi jalan-jalan luntang lantung gaje. Lebih dari 6 kali wa deja vu hari ini. My New Record – yet
Oke, setelah semua selingan [dan tech meet debate serta opening ceremony] ini, kita dikasih makan siang. Menunya dari Chicken Story (a resto I dunno) yang berisikan: Nasi, Ayam Goreng, Saos Sambel, Timun, Sendok Garpu (boleh dimakan juga kalo kuat). Wa, sih, kaga terlalu laper, jadinya ayam-nya abis, tapi nasinya sisa dikit – kalo kaga salah diabisin si Hafizh nasi wa, gara-gara dia laper banget [ato ravenous?
]. Terus karena ada stand indofood di deket tempat kita makan, kita putuskan untuk membeli sebuah Pop Mie seharga IDR 4.000 (baca: empat ribu rupiah).
Dan saat wa lagi nungguin pesenan, wa menyadari satu hal
Ternyata
Penjualnya
Patut Dicurigai
Napa?
Karena
Wa
Menemukan
Di Stand Indofood yang Tengah Dijaganya
Sebuah
Tas Kecil Mencurigakan
Karena
Di Dalamnya Terdapat Bom!
Di Atasnya Tertulis Label “Sarimi”
Jadi sebenernya si mas yang ngejaga ini dari Sarimi ato Indofood?
(gaje, ya? haha, that’s me
)
Biz makan, kita melakukan hal-hal kaga penting lainnya, and karena si Ola kaga ada, jadi kaga ada acara foto-foto. Shit, man!
Terus wa and Widi serta Hafizh dan Ica menemukan beberapa hal yang menarik yang ingin kita miliki… mulai besok, mungkin.
Karena wa kaga tau exact things yang pengen mereka beli, jadinya wa list aja barang-barang yang menarik buat wa beli:
- PIN ALSA (@ IDR 3.500 – kalo beli 2 = IDR 6.000)
- Kaos ALSA 13th E-Comp (@ IDR 90.000 – kalo kaga salah)
- Jaket UI (@ IDR 125.000)
Rencananya, wa mo beli pin ALSA 2, terus entah Kaos ALSA/Jaket UI (2-2-nya keren, tapi mahal, sih
). Well, kita liat aja besok
Mo ada yang nitip?
duitnya dulu, ya, hehe (lagi ekonomi rendah, neh)
Oia, setelah ini, ada acara Debate Exhibition gitu. Awalnya, sih, kata LO wa (Fadil), kayaknya yang debate bakalan Canicius [vs unknown team] mengingat Canicius adalah team yang menang Debate 12th ALSA Ecomp.
and wa semangat banget mengingat Canicius adalah salah satu team yang deadly
Tapi apa daya~
kecewa kudapatkan~
(yang di atas ini adalah kutipan lirik lagu Keris Patih – “Akhir Penantian”)
And ini adalah penggalan yang wa rasakan.
Karena yang debate ternyata bukan Canicius ato team-team gahar laennya – macam Cisauk, Lampung, etc – tapi malah 2 team Varsity yang kaga wa kenal. Udah gitu, kayaknya debate-nya kurang menarik, entah karena para debater kaga maen all-out, entah karena mereka emang lame pokoknya ada yang ngebikin mereka kaga maen full – or I suppose so.
Udah debate exhibition, kita ngobrol-ngobrol dulu di bangku yang disediakan gitu, and wa sadar kalo kayaknya wa emang ngejurus ke Dark Humor gitu. Soalnya ada beberapa hal yang seharusnya lucu/garing [yang menyebabkan lucu], tapi wa kaga menemukan kelucuan dari jokes ntu. Wew
Terus wa menyadari hal yang penting, yaitu wa belom dapet surat rekomendasi dari skul! Wa langsung kelimpungan sms si Gita and Fanto and Sande, ampe akhirnya wa telpon juga, tuh, Sande and Miya.
Ujung-ujungnya, wa baru nyadar kalo, tuh, surat rekomendasi dari skul ternyata ada di tumpukan kertas bekas siap bakar yang kemaren wa beresin :P
buat fanto, gitgut, and sande, serta miya, wa minta maaf, ya ;P
Nah, karena acara udah beres, kita berjalan ke Fakultas Psikologi UI [tempat nyokabnya Ica kerja (jadi kita mo nebeng, gitu
)]. Berhubung hujan, kita pada ngeluarin payung (wa kaga bawa), and yang ngeluarin payung adalah: Ica (berdua ama Ami), Hafizh (sendirian soalnya kaga mo berdua ma wa – takut dikira homo), Tita, and Karlina.
Wa yang kaga kebagian payung terpaksa minjem payungnya Karlina sementara si Karlina nebeng ama Karlina. Payahnya, payungnya Karlina tuh super pink! Akh! Mo dikemanain martabak martabat wa? Jalan-jalan di komplek UI pake payung pink?!
Wedew
Untungnya si Karlina tukeran payung ama wa, jadinya wa make payungnya Tita, sementara payung pink itu kembali dipake Karlina [sekarang Tita yang nebeng]
Dalam perjalanan pulang, kita kembali menggaring ria, and yang paling parah adalah ketika bagian permainan sambung kata. And entah kenapa, si Hafizh selalu mengarahkan suku kata pas bagian wa menjadi suku kata “ta”
swt, dah
harus ada on the spot buat ngerti apa yang terjadi
Oke, akhirnya kita sampe juga di bagian terakhir dari hari ini, yaitu…
wa ketemu dia lagi
jadi, ceritanya gini:
wa and Ami di-drop di SMANSA, terus wa jalan ke zebra cross (anak pelajar yang baik menyebrang di zebra cross, dong!). Di tengah jalan, wa stop by the penjual gorengan, terus wa beli gorengan – ya, eya, lah! masak langsung comot?! Awalnya wa cuma mo beli tahu gara-gara risol/kroketnya udah abis, tapi ternyata wa masih diberkahi dengan 1 kroker. Yawdah, wa beli kroket 1 ama tempe goreng 1 (semuanya IDR 1.000 – murah, kan?) ![]()
Setelah selesai dengan urusan gorengan, wa nyebrang, terus wa langsung naek angkot 06 yang lagi ngetem – soalnya wa naek angkot apa aja ampe BTM. Nah, pas wa lagi bengong (kaga inget waktu ntu mikirin apaan – kalo kaga salah ulangan sosio and legalisir fotocopy rapor, deh), tiba-tiba wa noleh ke kanan tanpa wa sadari, and wa menangkap sebuah proyeksi pemantulan cahaya nyata, terbalik, diperkecil dengan retina wa.
Bayangan yang dibentuk adalah bayangan yang kaga bisa dideskrispikan dengan kata-kata. Mata wa terpaku pada orang yang tengah membawa tas kuning-oren berlogo WWF dengan tas ransel medium berwarna hitam-merah di punggung. Obyek terus berjalan tanpa curiga menyebrangi jalan mendekati trotoar, and rasanya semakin dia deket, semakin mekar hati wa. Orang itu sepertinya kaga menyadari hal ini ampe wa panggil namanya 2 kali (seperempat teriak)
Terus wa nanyain tentang susulan sosio, and ternyata dia sendirian yang susulan sosio!
Sorry banget, ya?
beneran, wa sorry banget…
terus katanya besok libur (ampe minggu depan!)
YAY!
tapi sementara dia libur, wa and XQS serta semua kontestan ALSA bakalan stressed out di panggung debate dan podium speech dan yang lainnya.
DOAKAN KITA BERHASIL, YA?!
MINIMAL 2 TIM DEBATE KITA BISA MASUK SEMI-FINAL SEMUA!
Survive in the Pre-Elims!
Break on the Octo Final!
Ram on the Quarter-Final!
Charge on the Semi-Final!
[and if possible]
WIN ALSA E-COMP’S DEBATE COMPETITION!!!!
Enthusiastic Final Day
Well, akhirnya sampe juga di Final Day Enthusiastic
Oke, tanpa banyak cincong, langsung aja kita bahas Enthusiastic Final Day!!!
Kita semua pada ngumpul di SMAN 1 Bogor (ya eya lah! Mana mungkin ngumpul di RP?!), and yang pertama dateng kayaknya Ica, terus Digun, terus datenglah wa, disusul Aiman, Tita, dan Hafizh.
Kemudian kita yang awalnya ngobrol ngalor ngidul langsung mulai case build kecil-kecilan di deket Debaters’ Hall (X-4), and kayaknya semuanya kaga ada yang nyari bahan semalem. Ada yang oL FB and Blog bentar, terus langsung terbang ke dunia lain; and many more. Tapi kayaknya Tita selalu aja ada bahan, so, kita [ceritanya] baca-baca bahan yang dibawa Tita (padahal kaga ada yang masuk), and setelah itu semuanya gelap….
(ini karena wa lupa abis ntu kita ngapain sebelom acara dimulai
)
Oke, kita langsung aja ke Debaters’ Hall
sekedar selingan gaje, wa menemukan kalau:
Di hari pertama, SMANLI mengeluarkan 2 team (A & B), and semuanya lolos ke Semi Final, serta semuanya mengenakan baju batik
Di hari pertama, SMANSA mengeluarkan 2 team (A & B), and semuanya lolos ke Semi Final juga, tapi semuanya mengenakan baju putih abu-abu
Di hari kedua, SMANLI siap bertanding dengan 2 team-nya (A & B), and hanya 1 yang lolos ke Final, serta semuanya mengenakan baju putih abu-abu
Di hari kedua, SMANSA siap bertanding dengan 2 team-nya (A & B), and hanya 1 yang lolos ke Final, tapi semuanya mengenakan baju batik!
Nah, lho!
pertukaran baju!!
itu sangat tidak penting, kan??!!!
haha
Oke, BTT
di sono, terjadi pengocokan team untuk menentukan siapa lawan siapa (karena kemaren BI protes), and hasilnya adalah:
SMANSA A vs RP
SMANSA B vs DW B
SMANLI A vs SMANLI B
mantab!
wa udah ngebet banget pengen ngelawan RP kemaren
ternyata Tuhan mengabulkan doa wa, sehingga sekarang wa ngadepin RP yang orang-orangnya pada mantab-mantab
nice
So, kita sebagai Government masuk ke X-6 (kalo ga salah) terus kita mulai case building
Statistik Pertandingannya adalah sebagai berikut:
Motion: THW implement more financial incentives to encourage marriages and parenthood
Adjudicators: Mr. Gatot (ITP), Mr. Widhiarto (ITP), Mr. Fahri (ILP)
Government:
#1 = Ica
#2 = Aiman
#3 = wa
Reply = Ica
Opposition:
#1 = Alris
#2 = Lintang (ini bukan Lintang di Laskar Pelangi!)
#3 = Edward (ini juga bukan Edward CUllen, girls!)
Reply = Lintang (orang yang sama dengan second speaker – bukan Lintang di Laskar Pelangi)
Sekedar overview, team RP (yang telah dinobatkan sebagai Cisauk-nya Enthusiastic) emang sangar and gahar di meja debate, terutama Lintang and Alris
cuma Alris rada kurang konek, sedangkan Lintang enak alurnya, tapi kurang thorough dalam analisis
terus wa realize another thing, that is
I’ve found the next generation of the Mr. Ladies and Gentlemen!!! that is “Alris”
mantab!
Jadi, debatenya berakhir seperti ini:
Motion: THW implement more financial incentives to encourage marriages and parenthood
Adjudicators: Mr. Gatot (ITP), Mr. Widhiarto (ITP), Mr. Fahri (ILP)
Government:
#1 = Ica (6’50”)
#2 = Aiman (7’41”)
#3 = wa (7’30” << damn, time management, time management)
Reply = Ica (3’20”)
Opposition:
#1 = Alris (6’27”)
#2 = Lintang (4’47”)
#3 = Edward (6’38”)
Reply = Lintang (1’17”)
Best Speaker = Lintang from Regina Pacis High School
Winner = RP (by score), SMANSA A (by choice)
bingung dengan winner-nya?
well, sebenernya RP punya lebih banyak score dari pada kita, tapi ternyata 2 dari 3 juri ngemilih team SMANSA A sebagai pemenangnya
yay!
And demikianlah hasil dari Semi Final:
SMANSA A vs RP = SMANSA A = 0,17 margin (wow, very close debate)
SMANSA B vs DW B = SMANSA B = 5 margin (clear debate, somehow)
SMANLI A vs SMANLI B = SMANLI A = 1 margin (close debate? I wonder if both team are sparing each other?)
Dengan begini, maka SMANSA A dinobatkan sebagai juara 3 (karena margin-nya paling rendah), sementara sMANSA B and SMANLI A akan kembali bertarung di babak Final!
mantab!
Dan kemudian dimulailah slaughter antara SMANSA B vs SMANLI A (slaughter? that’s a spoiler, babe), dengan statistik sebagai berikut:
Motion: THW regret the rise of social networking site
Adjudicators: Mr. Widhiarto (ITP), Mr. Gatot (ITP), Mr. Fahri (ILP), Ms. Melody (SMANSA Alumnus), Ms. Almy (SMANSA Alumnus)
Government:
#1 = Tita
#2 = Digun
#3 = Hafizh
Reply = Tita
Opposition:
#1 = Soni
#2 = Sinta
#3 = Mutiara
Reply = Soni
Host = Widi (Chanrawidya of SMANSA)
Time Keeper = Kania (Kania of SMANSA)
well, sekedar kilasan, sebenernya motion ini udah pernah didebatkan sewaktu latihan (bahkan latihan perdana buat Enthusiastic menggunakan motion ini!) tapi kita tetep kaga boleh ngeremehin SMANLI, right?
tapi ternyata SMANLI sepertinya tidak melakukan perlawanan, dan mereka tidak memberikan counter-counter yang bagus dalam menghadapi SMANSA, apalagi ketika Tita mengeluarkan POI-POI mautnya, yaitu:
pada 1st speaker SMANLI = I only have one word for you. A-S-S-U-M-P-T-I-O-N, ASSUMPTION! (damn, ntu beneran dieja sebelom disebutkan kata mautnya
pada 2nd speaker SMANLI = (lupa. sorry, ta
)
pada 3rd speaker SMANLI = You’re being inconsistent with your second speaker because of ….
pada Reply Speaker SMANLI = kaga ada (ya eya lah!)
wadow, ini bener-bener kaga bisa dibilang Final buat wa
sepertinya SMANLI masih lack of experiences, man! And dengan begini wa bisa ngeliat kalo member-member Exquisite telah berkembang dengan pesat dalam berbagai bidang.
Yeah, it’s finally proven
Akhirnya, hasilnya adalah:
Motion: THW regret the rise of social networking site
Adjudicators: Mr. Widhiarto (ITP), Mr. Gatot (ITP), Mr. Fahri (ILP), Ms. Melody (SMANSA Alumnus), Ms. Almy (SMANSA Alumnus)
Government:
#1 = Tita (6’20”
#2 = Digun (3’31”)
#3 = Hafizh (4’25”)
Reply = Tita (2’43”)
Opposition:
#1 = Soni (2’24”)
#2 = Sinta (3’05”)
#3 = Mutiara (3’17”)
Reply = Soni (0’56” << buat waktunya Soni, tulisannya Widi kaga jelas, jadi kebacanya 0’56”. sorry kalo ada kesalahan apa-apa)
Host = Widi
Time Keeper = Kania
Winner = [undoubtably] Bogor Public High School 1 B!!!!!!!!
Best Speaker = Tanita of Bogor Public High School 1 B!!
Nice!!!
Demikianlah end dari pada Enthusiastic kali ini
dan pada kesempatan ini, telah terbukti bahwa para member Exquisite telah berkembang!
Majulah! Terjanglah! Dobraklah!
Menangkanlah ALSA!!!!!!!!
Enthusiastic Day 1
Hari ini adalah hari pertama Enthusiastic, sebuah kumpulan lomba-lomba bahasa Inggris di SMANSA, and tentunya, Exquisite (tanpa Ami, Ola, Faiz, and Widi) mengikuti lomba debate
Well, awalnya wa rada males aja masuk skul hari ini. Gimana, ngga?
orang dia kaga masuk
, tapi wa tetep masuk, gara-gara Enthusiastic
ini doang, neh (kalo wa bukan comittee ato pun peserta, ngapain wa
skul today?)
Setelah hari yang cukup merepotkan (pagi harinya), dimulailah persiapan Enthusiastic. Wa, Agung, Bayu, and the gank menyiapkan kursi and meja buat stand-stand HokBen (yang udah diserbu anak-anak sebelom stand-nya dibikin) and EF (damn, u, EF. Betrayer! haha
)
ugh, mejanya berair gitu, terus bau lagi
untung aja baunya bisa ilang sekali cuci make aer, kalo ngga… bisa ill-feel wa sepanjang hari
kita beranjak ke beberapa jam sebelom Enthusiastic Debate Competition dimulai and there, wa ketemu ama temen smp wa, yaitu Sinta (yang sekarang skul di SMANLI) awalnya, sih, wa pikir dia mo ikutan news reading (gara-gara dia dari tadi celingukan ke arah kelas yang dipake buat news reading) tapi ternyata dia ikutan Debate juga, cuy!
mantab!
well, jadi yang debate hari ini adalah:
Team SMANSA A (wa, Ica, Aiman)
Team SMANSA B (Digun, Hafizh, Tita)
Team DwiWarna A (Ayub, and the gank) << sorry, wa kaga tau namanya
Team DwiWarna B (the cs’) << lebih kaga kenal lagi wa. sorry, ya
Team SMANLI A (Sinta, and the gank)
Team SMANLI B (the cs’)
Team At-Taqwa (orang-orang yang baru daftar H-2 gara-gara baru dikasih tau 2 hari yang lalu. sorry, ya, guys)
Team SMANDA (Felix +2 orang ga dikenal) << wa cuma kenal 1 nama doang. Why? karena temen wa di SMANDA pernah cerita tentang Felix ini (tapi wa kaga tau orangnya yang mana. nah, lho?)
Team ReCis (cool people) << ga kenal semuanya, tapi mereka punya aura yang lumayan manteb, guys
(bahkan mereka dinobatkan sebagai Cisauk-nya Enthusiastic
Team SMANTI (lebih kaga kenal lagi, tapi kayaknya kenalannya Hfizh)
Team Bina Insani (kaga kenal juga, tapi nama-namanya, sih, ada)
Swing Team (wa kaga tau neh sapa aja)
So, akhirnya diumumkan siapa lawan siapa, and the result is:
Shift 1:
SMANSA A vs BI
SMANLI A vs SMANTI
SMANDA vs DW B
RP vs DW A
Shift 2:
SMANSA B vs At-Taqwa
SMANLI B vs Swing Team
dengan ini, dimulailah ronde pertama pre-elim Enthusiastic Debate Competition
Statistik pertandingan wa:
Motion: THW Ban Abortion At All Stages of Pregnancy
Adjudicator: Leo
Affirmative: SMANSA A
#1 = Ica
#2 = Aiman
#3 = wa
Rep= Ica
Negative: BI
#1 = Annisa
#2 = Reydhita
#3 = Taufiq
Rep= Reydhita
sekedar kilasan, motion ini pernah didebatkan dalam latihan, thus giving the advantage for us
tapi tetep aja, kita kaga tau pikiran Team BI, so kita tetep berusaha sekuat tenaga. masalahnya, kita kaga mo kalah di kandang ndiri. malu gila!
and ternyata, wa punya sisipan lucu (baca: ga penting), [selain fakta bahwa nama 1st speaker dari kedua team adalah Annisa] yaitu kita duduk dengan posisi yang saling berlawanan dengan team BI. Jadi, wa (3rd speaker) duduk menghadap 1st speaker BI, Aiman (2nd speaker) duduk menghadap 2nd speaker BI, and Ica (1st speaker) duduk menghadap 3rd speaker BI.
So?
udah wa bilang ini kaga penting, kan?
hehe
oke, setelah debate berlangsung, hasilnya adalah:
Motion: THW Ban Abortion At All Stages of Pregnancy
Adjudicator: Leo
Affirmative: SMANSA A
#1 = Ica (6’25”)
#2 = Aiman (6’39”)
#3 = wa (7’37”) << sorry banget, ya, Ca, Man. Gara-gara wa ngaret
jadinya nilai kita dikurangin satu poin
Rep= Ica (4’04”)
Negative: BI
#1 = Annisa (5’00”)
#2 = Reydhita (6’06”)
#3 = Taufiq (7’51”)
Rep= Reydhita (4’28”)
Best Speaker: Reydhita of Bina Insani High School
mantab
dari pada kita ngelantur dulu, mending kita langsung sambung aja ama shift 2 (smansa B vs At-Taqwa)
and Statistik pertandingannya adalah:
Motion: THW Reintroduce Wildlife Species Into Areas Where They Have Become Extinct
Adjudicator: Widi (bukan Widi anak SMANSA! Widi yang ini udah bangkotan and rada botak. Peace, mister
)
Affirmative: SMANSA B
#1 = Tita
#2 = Digun
#3 = Hafizh
Rep= Tita
Negative: At-Taqwa
#1 = Faris
#2 = Viandira
#3 = Yulinur
Rep= Viandira
sekedar kilasan, At-Taqwa somehow mengingatkan wa pada SoU di Euphoria DW dulu. Mungkin gara-gara aura mereka yang – maaf – sedikit minder and guru-guru and temen-temen mereka yang menjadi penonton setia mereka, semuanya membawa aura SoU ke ruang kelas X-8 tempat mereka bertanding. Di sini wa ngeliat Hafizh udah much improved, coz awalnya seolah-olah kita berdua ini sepikiran, tapi ternyata dia udah berkembang sehingga telah menjangkau poin-poin yang bahkan kaga sempet wa pikirin pas wa sedang menyimak jalannya debate
and setelah debate berlangsung, maka hasilnya:
Motion: THW Reintroduce Wildlife Species Into Areas Where They Have Become Extinct
Adjudicator: Widi
Affirmative: SMANSA B
#1 = Tita (7’30”)
#2 = Digun (4’02”)
#3 = Hafizh (6’46”)
Rep= Tita (4’25”)
Negative: At-Taqwa
#1 = Faris (6’52”)
#2 = Viandira (5’34”)
#3 = Yulinur (6’44”)
Rep= Viandira (1’21”)
Best Speaker = Adiguna Bahari of Bogor Public High School 1 B
So, hasilnya adalah:
SMANSA B +13,5
SMANLI A +5
DW B +3,5
RP +3
SMANSA A +2
BI -2
DW A -3
SMANDA -3,5
SMANLI B -4
SMANTI -5
At-Taqwa -13,5
wadow, mantab gila, neh
wa aja ampe shocked ngeliat slaughter mati-matian SMANSA B terhadap At-Taqwa (yang bisa wa ngertiin karena mereka kaga tau Motion-nya and mereka baru daftar H-2)
alhasil, dengan begini, SMANSA B, SMANLI A, DW B, RP, SMANSA A, and
SMANLI B (yang ngadepin Swing Team… and parahnya, kalah) masuk ke babak Semi Final besok
sistemnya bukan sistem Margin lagi, tapi sistem Knock Out
wedew
rada merinding juga, sih,
coz there’s no turning back now
tapi justru itu, ngeliat banyak team berkualitas seperti SMANLI A, DW B, RP (and of course, SMANSA B), wa jadi bersemangat!
Doakan kita terus, ya, supaya kita bisa menang, and minimal masuk Final!!!
SEMANGAT!!!!
Semuanya campur aduk
wew, hari ini adalah hari yang melelahkan (both mentally and physically)
diawali pertemuan wa dengan si ola yang membawa beberapa buku yang saling selip di satu tangan. otomatis wa nanya ada apa ampe bawa buku (padahal arah jalannya ke selot) and dia jawab kalo misalnya ada ulangan sejarah
wedew
mantab
belom selesai wa mengkhawatirkan tentang ulangan sejarah nongol lagi rumor adanya ulangan eko
damn
2 ulangan sehari, and 2-2nya lagi ngebahas bab-bab yang kaga wa demen pula! (kalo ekonomi emang kaga ada bab yang wa demen!)
kalo ulangan basa inggris, sih, oke aja, man (kaga maksud nyombong neh)
terus kejadian berlanjut…
I was hit pas denger tentang rumor kalo Black and White (sekali lagi, wa tekankan, Black and White tuh 1 orang!) ntu udah lama nyimpen perasaan ke 1 orang.
hati wa langsung hancur berkeping-keping, wa langsung petrified di tempat, wa langsung balik ke rumah terus ngunci diri di kamar (ngapain? ya, nge-net, lah!)
apa daya, karena bad habit wa tentang emosi sedih, wa jadinya cuma bisa smile (kaga half-hearted juga, sih)
well, pokoknya wa menyadari beberapa hal, yang bakal wa post di post-post wa selanjutnya
tapi kita kaga boleh berlarut-larut dalam kesedihan!
oke, kita lanjut aja!
hari ini wa juga menemukan 1 hal yang menarik
yaitu FB-nya si Salsa dari SMAN 1 Cisauk!
setelah bersusah payah (baca: nanya ke ola bagaimana-) mencari FB-nya si Salsa, akhirnya wa ketemu juga!
harus wa akui, mata emang bisa ngenipu, and foto emang bisa ngenipu.
soalnya fotonya si Salsa ntu… lumayan, lah (although I already have someone in my heart
) tapi gara-gara wa udah pernah ngerasain sedikit efek Salsasm-nya, jadinya wa kaga terlalu amazed ama foto dia
oia, kalo kaga salah ada yang nanya ke wa pas wa gi add si Salsa
“eh, siapa tuh?” (ekspresi sedikit indifferent tapi ada sedikit rasa antusias)
wew
belom tau dia efek Salsasm tuh kayak gimana
oke, lanjut lagi~
wa juga ngalamin perasaan seneng, neh
jadi, wa punya kebiasaan bagus curhat ke Tuhan Yesus, and tadi wa curhat ke Dia gara-gara masalah yang pertama wa sebutin tadi (eh, pertama kedua? who cares~?) terus waktu ntu turun hujan, and wa realize kalo hujan ntu juga memiliki maksud untuk menghibur wa yang lagi sedih.
mo tau caranya?
well, I think it’s only me, because I realized that I’m in deep sadness, and the rain fell on me, like the heaven also cried with me and I did not bear the burden all alone.
Isn’t He wonderful?
___
pokoknya hari ini campur aduk bejibun bunyinya (maksud?) mulai dari suka, benci, senang, sedih, marah, tersiksa, terjun, mati, kebacok (lho, lho, koq makin lama makin aneh aja? biarin, ini metafora, cuy~ << kaga ngerti, kan? hayo? ;D)
ya, pokoknya, gitu, deh
kalo kalian lom bisa dapet emosi campur aduk wa, jangan salahin wa
soalnya it’s deep
:I
see you later
DwiWarna Highs’ “EUPHORIA” Debate Competition
wow, ini pertama kali wa nge-blog, so, kalo ada yang salah, ya, mohon maklum, lah~
Oke, buat post pertama wa (eh, ini post pertama ato kedua? Whatever~), wa mo ngetik tentang Debate Competition di Dwi Warna Highs (EUPHORIA) yang wa ikutin beberapa hari yang lalu.
waktu hari pertama, wa rada nervous juga, seh, gara-gara kita (team SMANSA) cuma latihan 3 kali (If I’m not mistaken) di skul n kayaknya ngomongnya masih banyak “errr, umm,”-nya. Apalagi begitu tau kalo team SMANSA dibagi jadi 2 kelompok yang IMO kurang adil aja, gitu, somehow
apalagi begitu ngadepin SMANDA (SMAN 2 Bogor) yang menurut temen wa, tuh, jago debate (so pasti udah pengalaman, kan?). Debate-nya entah kenapa kerasa kaku aja gitu menurut wa, mungkin gara-gara waktu latihan 3 kali di skul pada “ganas-ganas” anak-anaknya, meskipun lebih tegang karena wa lom ketemu strategi yang mantab buat dipake di Debate Competition ini. Alhasil, team SMANSA A (wa, Ola, Ica, Aiman, n Faiz) kalah dengan margin 1,5 – yang menurut Oxford dictionary adjudicator wa waktu itu (Alfa Dewi dari UI) adalah margin yang sangat tipis. Terus kita ngadepin team High Scope A (yang katanya sekolah modeling – n terbukti benar sekaligus salah pas wa ngecek website High Scope) yang menurut wa lebih lame dari pada team SMANDA tadi. Tapi tetep aja, kita-kita yang pada unexperienced ini kalah dari team High Scope A tersebut dengan margin 2. Untungnya keberuntungan – yang kaga wa percayai – berpihak kepada team SMANSA A saat kita bakal ngadepin team terakhir buat hari itu, yaitu team School of Universe (SoU) yang dibantai 5 margin oleh team SMANSA B. Kita-kita otomatis berharap banget bisa – seenggaknya – dapetin 1 Victory Point (VP) dari mereka, yang akhirnya kandas gara-gara adjudicator kita (Paula dari Atmajaya) – dengan pikiran subyektifnya – mengatakan kalau kita sebagai team Affirmative (atau Government atau Positive) salah memberi konsepsi kepada sang adjudicator, yaitu masalah bantuan pangan dan obat-obatan (Motion waktu ntu adalah: THW refuse any offer to intervene between warring nations, whom we have no direct, political, or financial connection) di mana menurut dia, keadaannya bakal beda kalo misalnya kita menekankan masalah bantuannya ke arah militer, for example, export missile ato nembak salah satu negara yang lagi berperang itu make rudal (wew, Indonesia mana punya kayak beginian?
)). Dengan demikian, hari pertama Debate Competition di EUPHORIA berakhir dengan Hat-trick kekalahan dengan total margin -4,5
wew
Hari kedua, dengan usaha n doa ekstra, akhirnya kami berhasil membantai SoU 5 margin (seperti yang dilakukan oleh team SMANSA B) dan mengalahkan Swing Team (team gabungan) dengan margin 1. Meskipun demikian, kami hanya berhasil naik ke peringkat ke-9 (gara-gara cuma punya 2 VP) sementara team SMANSA B masuk ke babak Quarter Final (entha di urutan ke-6 ato ke-7)
Jadinya, team SMANSA A jadi supporter setia team SMANSA B yang consisting of Ami (Ayip Fahmi), Digun (Adiguna Bahari), Widi (Chanrawidya), Tita (Tanita), and Hafizh (M. Hafizh Adi) yang berhasil mengalahkan team High Scope B dan masuk ke babak Semi-Final.
btw, ada selingan bentar, neh
team High Scope B yang consisting of Dita (1st n reply speaker), cowo ga dikenal (2nd speaker), and Robby (3rd speaker), ternyata menarik perhatian… ehm… para cowo dari team SMANSA A n B dengan Aiman sebagai pengecualian. Weits, bukannya cowo-cowo SMANSA pada gay, ya, bro, tapi si Dita itu, tuh… I was silenced ;D untung aja efeknya kaga long-lasting (buat wa)
oke, selingan selesai, lanjut ke hari ke-3
Di hari ke-3 ini, team SMANSA B ternyata menghadapi Winning Streak, SMAN 1 Cisauk. Ternyata team SMANSA B kaga kuat mematahkan Winning Streak SMANSA Cisauk, sehingga team SMANSA B terpaksa tidak melanjutkan ke babak Final, yang akhirnya jatuh ke tangan SMANSA Cisauk vs SMAN 3 Depok.
Setelah banyak debate, akhirnya SMANTI Depok mengalahkan SMANSA Cisauk. I was mesmerized when I saw team SMANTI Depok’s performance. They’re just Godd@m3d Good!!!! Thus, the victory was assured because SMANSA Cisauk’s greatest flaw was exposed to the 7 adjudicators.
So, yang wa dapet dari Debate Competition ini sih:
1) addictive power of debate competition
2) new friends (in n/or out of SMANSA)
3) new scandal(s) (what the-? )
4) new knowledges
5) new experiences
6) new things
7) inspirations
oia, wa lupa one thing. team SMANSA A n B berkoalisi (ce-i-leh, bahasanya~) n membentuk the Exquisite, yang berisikan wa (Male), Ola (Budiastuti Wulandsari << peace ;D), Ica (Annisa Lalytia Mumtaza), Ami (Ayip Fahmi), Digun (Adiguna Bahari), Aiman (Aimanur), Tita (Tanita), Hafizh (M. Hafizh Adi). Well, Exquisite ini bukan buat macem-macem, koq, cuma sebagai wadah bagi para debater SMANSA angkatan Perisai Ksatria
menurut wa, hampir semua team di Debate Competition ini mantab-mantab. Mulai dari SMAN 1 Bogor (ea), SMAN 3 Depok, SMAN 1 Cisauk, SMA High Scope, SMAN 2 Bogor, SMA Dwi Warna, School of Universe (eh, bener, ga, neh?), etc, n so, that’s why this house strongly believes that they should be invited to eASY’s biggest event of the year, namely ENTHUSIASTIC,
thank you