Arsip Blog
It’s Decided Now!
At first, I thought it would be repetitive if I ever posted this post because someone had already posted a post about this topic, and I believed that it happened to everyone, and it would cliché if I posted a post about it. But, when I saw another person posted a post concerning about her own experience and point of view about this topic, I believed that I, too, have the same right to post this topic in my own perspective and that’s why you would see the post below is really familiar, but still, it’s my life (not telling you Bon Jovi’s song) and this is my blog [where I have the priviledge to post anything I want as long as it served the ToS]!
Okay, let’s move on from the boring introduction
I’ve realized in the past, some days after I posted the wretched “Malam Ini” poem [you would not found it here, because I posted it] on Facebook, that everything is directed towards me and my life. It’s like getting everyone’s attention wherever you are [and as I am not a narcissus, I felt a little intimidated by the surroundings]! Believe me, I dislike it, though I know that I have to walk through it, and I will get something in return. Something which the value is set by the method I used to walk through this topic.
When I’m thinking about it, I believe I’ve seen the same case (let’s change the word ‘topic’ with the word ‘case’ for better understanding and less confusion, okay?), and I remembered that one of my friends had posted the same case on Facebook [and that’s why I thought that it’s gonna be repetitive if I ever posted this in the past]. At that time, I don’t understand what my friend is going through, and I admire him for realizing it so fast [or is it because he is reaching adolescence faster than normal people? Because one thing for sure, love makes the case comes at haste], so I just give him a philosophical answer. Now, I know that my philosophical answer couldn’t solve it well. I need to emphasize and dig it more to solve the case.
But today, when I checked my friend’s blog (which I didn’t check for days because I’m having very short time to be online), I realized that it really happens on every human teenager on Earth. This is a real and practical issue, gentlemen! When I read her post, I was amazed with her method to say things in parables – flawless parables – but I still get the message she wants to tell (something I believe I’m lacking at is the method to describe something indirectly).
Is it still the introduction?
Maybe
So, let’s read my point of view about this case.
I now realized that I am in the transition phase, a phase when a teenager is reaching adolescence and on the very first steps of the stairs that reach to adulthood. And I’m feeling irritated by this, because [I’ve told you that] I’m feeling intimidated by everything.
It’s like rubbing a cactus.
When I rub the cactus, I know that I have to be extremely careful about this, and if I ever move my hand all the way I want at any slightest bit, then I’m gonna be hurt by the thorns.
And to tell the truth, I’ve moved my hands all the way I want [because that’s me in the first place], I now realized that I moved my hands to the thorns, and it’s definitely my fault if I ever got hurt by the thorns.
Wait, what’s the point of rubbing cactus anyway?
Well, as you can see, that’s one example of the damage this case had done to me: “Inability to Think Clearly at Times”.
The point is, I’m confused with what I would become. I subconsciously feared it.
Why?
Maybe because I’m a coward
Maybe because I’m not ready [for there is no ready – Alan Parish, Jumanji]
Maybe because I [who used to know] don’t know anything about the future
Maybe because I could only predict immediate and short future in front of me
Maybe because I’m still lacking in many things
Maybe because I still have flaws and the wounds of the past reopen every passing minute
Phew
Really, Homo Socius, we are.
For I’ve realized that it’s not the time to crouch in the corner, cowering in fear and frustration. Actually, it’s time to stand up and face the consequences and challenges in front of me. The world is created for the ones who would fight, not the ones who would sit idly. And for that, I also realized that everyone is walking through this, and it’s not my own burden to walk this through. It’s everyone’s challenges, and by knowing that, I know that would have partners by my side. I clearly know that partners are not the ones who would help and support you all the time [because they’ll be helpers and supporters] and they’re not the ones who would work for you or whom you work for [or they’ll be employees and employers], but partners are the ones who would take the challenge with you and the ones who also need our help and supports. Being partners means to help and support each other – it’s not one sided relationship!
But don’t you know that we’re all alone in this world? That everyone is walking their own way? That no one could be your partners all the time?
I know that, for I’ve understood the surface of solitude. And once again I doubt my strength alone could break the barrier, jump the obstacles, and soar to the sky. But if I ever have to face it alone, then I’m gonna brace myself, be ready, and face it with my own way.
Because, it’s my life (not referring to Bon Jovi’s song)!
Well, if you are confused with this post – that you’re not getting the message I’m trying to tell – then it’s okay, because I know that I’m lacking at it. One thing for sure, I’ve posted it now, and I would not held my liberty back.
Thank you,
To everyone involved in nether and physical plane in the process of the typing of this post.
Day of the Frozen Sky
Wew, awalnya, sih, wa kaga punya nama buat hari ini, karena hari ini terlalu tipikal. Awalnya wa rada males nge-post tentang hari ini [karena ini seharusnya jadi hari tenang sebelum ALSA mulai besok], tapi karena si Hafizh ngedesek, akhirnya wa putuskan kalo wa akan nge-post tentang hari ini.
Oke, hari ini, ada beberapa hal yang terjadi dalam hidup wa (sok dramatis gitu~), yaitu:
- PKL (Pedagang Kaki Lima Partai Kuda Liar – Kumpulan Pendapat Kalian Didengar) masuk SMANSA!
- HKDA (Harusnya Kaga Dateng Aja!)
- Dosa 49 (Gedong Sawah IV no. 9)
- Forkis (Forum Komunikasi Siswa)
Oke, deh, kita langsung lanjut aja ke PKL!
PKL adalah sebuah partai simulasi yang dibuat oleh 6 orang cewe member SEDUCTION, namely: Miyahana Dwirahayu (Capres); Budiasti Wulansari (Ketua); Nadhira Nur Ratri (Sekretaris); Iftikhor Fadilah (Bendahara); Fathia Sabila (Anggota; and Karina Dwi Priliani (Anggota). Awalnya, PKL adalah sebuah momok yang – ehm – cukup menakutkan bagi PSP-Indonesia [partai wa] karena isinya adalah anak-anak OSIS, LSWK (Liman Seta Wijaya Kusuma – Pramukanya SMANSA), and such, yang menurut wa bakalan menjadi sebuah force yang kuat yang bisa ngelawan PSP-Indonesia (tanpa ada maksud nyombong, tapi sejauh ini PSK [Partai Sehat dan Kuat] dan PPP [Partai... - sorry, wa lupa singkatannya
] bukanlah lawan yang sebanding dalam simulasi parpol ini (di mana ntar PS3 adalah partai yang juga kami tunggu untuk hadapi, mengingat ada pembicara-pembicara yang bagus dalam partai tersebut), and salah satu member partai wa (Ami) mengatakan kalau proker PKL itu edan – ampe pake jangka waktu-jangka waktu segala. Mantab, kan?
Untungnya, sepertinya mereka kaga terlalu prepared masalah atribut (kecuali udah bikin kaos and flag – sekalipun flag-nya kayak di-paint manual terus ditempel di kain putih ukuran A3 gitu) melihat mereka kaga bikin pin (padahal wa pengen banget ngoleksi semua pin dari semua partai simulasi)
, tapi masalah materi, wa rasa mereka itu master – yet, after us of course ;D.
Napa wa bilang master?
soalnya mereka bisa ngejawab semua pertanyaan wa (sekalipun ada 1 pertanyaan yang wa biarin lewat aja gara-gara ada sms dadakan and wa harus konsen buat ngebales sms-nya sementara mereka mengajukan jawaban – yang kurang wa denger dengan jelas sesungguhnya
; dan karena ada 1 pertanyaan lainnya yang kaga dijawab secara tepat oleh PKL). Meskipun begitu, wa rasa mereka udah master, and kalo kaga salah PKL dapet nilai sama ama PSP-Indonesia. Nice, isn’t it?
Terus logo PKL adalah logo terunik and terlucu [yet] dari semua partai simulasi yang udah tampil. Gimana kaga ucul? Ada gambar kebosapi kuda putih lagi standing make 2 kaki + megang bendera Indo dengan latar globe
lucu abis, dah!
Yawdah, karena wa udah lupa-lupa inget ama masalah ini (kecuali para anggotanya – karena ada …)
, kita lanjut aja ke HKDA!
FYI, HKDA adalah sebuah pelesetan dari acara reality show “Akhirnya Datang Juga” yang ditayangkan di Trans TV tiap hari Rabu jam 7 PM (wew, promosi?
). Teknisnya tetep sama, yaitu seorang (karena ini cuma drama singkat – kalo di acara sebenernya biasanya ada 4 orang) bintang tamu akan dipanggil dan memasuki sebuah set tanpa mengetahui sebelumnya skenario yang akan dimainkannya. Dan kali ini, bintang tamu yang sangat tidak beruntung itu adalah: Budiasti Wulansari!
(buat yang mo DL/liat kayak apa naskahnya, bisa di-DL di: http://www.4shared.com/file/98674862/2006e871/Tugas_Indo_-_Naskah_Drama.html )
Nah, pokoknya, si Ola bakalan maenin peran seorang capres yang [seharusnya independen dan tidak diusung oleh partai manapun - unfortunately, bagian ini kaga disebutkan oleh Ina, jadinya pas perkenalan diri, si Ola bisa mengatakan kalau dia berasal dari PKL] mengikuti sebuah debat capres yang di-MC oleh Ina and diawasi oleh Ami (bertindak sebagai kritikus politik).
Awalnya, masalah muncul mulai pas si Ola harus memperkenalkan diri – dengan format: nama lengkap, visi misi capres, proker andalan, dan yell-yell – dan dia rada cengo [bentar] pas dia ngeliat wa dengan siap memperkenalkan diri dengan format yang sudah direncanakan dalam skenario (entah cengo, entah bingung mo ngomong apa, entah terkagum-kagum ama wa [for what?], entah udah mulai sinting, entah mo ngebejeg-bejeg wa [karena dia tau wa script writer-nya], entah berusaha mengingat-ingat visi misi PKL – sesuatu yang menurut wa paling logis untuk dipikirkan seorang Budiasti Wulansari). Tapi dia dengan hebatnya bisa membeberkan visi misi PKL and proker andalan (wait. Dia ngomongin proker andalan, kaga, ya? kaga inget, tuh, wa). Dia hesitate pas bagian yell-yell, and temen-temen PKL-nya akhirnya bareng-bareng yell-yell meskipun cuma dia yang berdiri di depan.
Abis ini nongol bagian serunya – kalo mo liat, just DL the script, then
Masalahnya, acara ‘debat capres’ ini beneran jadi debat pas masuk ke sesi tanya jawab tentang masalah pendidikan. Si Ola yang [kayaknya] frustasi gara-gara pertanyaan-pertanyaan killer yang terus dilontarkan Ami menanyakan jawabannya kepada wa (mungkin gara-gara dia denger wa ngebisik ke orang yang nanya tentang jawaban dari pertanyaan killer itu kalo wa tau jawabannya). Otomatis wa jawab pertanyaannya dengan gampang (meskipun kaga ada dalam script), tapi dia malah nge-rebut (baca: ri-bat [sanggahan]). Nice abis, dah. Terus wa rebut lagi, and terus dia rebut lagi, terus debate ini di-stop ama Ami gara-gara masalah waktu sambil menyinggung kalo pelajaran Pkn sudah berakhir 30 menit sebelumnya
Akhirnya, si Ola kayaknya udah kaga bisa nahan mask lagi terus mengenakan mask salting dia and [akhirnya, seperti yang kita harapkan] dia ngeles pas ada pertanyaan lainnya. Dan gara-gara dia ngeles pas bagian ini, wa yakin si Pa Set bakalan nambahin nilai dia gara-gara dia korbannya and [bisa mengikuti plot tanpa kesulitan yang sesungguhnya] dia memberikan jawaban ngeles yang sebenernya merupakan tujuan dari script ini.
Selamat, and sorry, ya, La
Oke, segitu aja sedikit review mengenai HKDA, and kita lanjut mengenai Dosa 49.
Firstly, apakah Dosa 49?
buat yang pinter, pasti ngeduga kalo itu alamat, buat yang kurang pinter, pasti ngeduga kalo itu adalah nama gank ter-trendy belakangan ini, buat yang religius pasti ngeduga kalo itu adalah momen di mana wa dengan KK (kurang kerjaan) menghitung jumlah dosa wa dalam satu hari and angka itu berhenti pada hitungan ke 49
Jawaban yang bener adalah: wa ngedatengin tuh alamat siang ini, jam 12 PM terik. Saking teriknya ampe wa melting (literally) gitu. Ini semua wa lakukan cuma buat ngelegalisir fotocopy rapor wa. Sepanjang jalan, wa ngerasa nostalgic gitu, and ternyata kepsek SMPN 2 Bogor (or much wide known as Dosa – or Dosa 49) udah ganti lagi. Si korup Bu Benben udah pensiun and udah diganti ama 1 orang laki-laki/om-om/kakek-kakek? yang pastinya wa kaga kenal – so it’s just an unimportant thing for me
Abis itu wa lanjut ke Forkis, atau Forum Komunikasi Siswa
Forkis diadakan oleh MPK SMANSA, and ini adalah sebuah sarana bagi para murid dan ekskul (yang diwakilkan oleh para perwakilan masing-masing) untuk menyampaikan aspirasi dan saran langsung ke Wakasek(s) dan Kepsek SMANSA, Drs. H. Agus Suherman M. Pd.
Acara yang bagus, and lebih bagus lagi gara-gara wa duduk sebaris ma dia. Udah gitu, pas Acca and Mahar menghilang ntah ke mana, wa pindah ke sebelah dia
can’t express it through words
until she did something that opens my eyes
just like the clear sky today
my inspiration is also clear
and from it, two poems flow all the way
1 poem whose written on the recess
1 poem whose written when she did that
oke, poems-nya bisa diliat di posts berikutnya
sekarang kita lanjut ke bagian penamaan hari ini. Awalnya hari ini mo dinamai: “Day of the Clear Sky” karena hari ini sky-nya clear banget (baca: clear and scorching), tapi wa sadar kalo bukan cuma itu yang memorable dari hari ini, and yang paling memorable adalah fakta bahwa wa menghabiskan waktu bareng ama dia paling lama di skul [yet, again] selain pas EUPHORIA di DW dulu.
And it just felt like the time had froze before us
though things come and go
but still
I could accept it
as my small hours (see my post entitled: Rob Thomas – Little Wonder)
___
sorry kalo gaje and garing
kalo dulu wa berusaha occupy my mind with things, sekarang pikiran wa mendadak occupied by things ampe rasanya it’s uninevitable to explode
phew~
oia, buat XQS, wa punya pesen:
Survive through the Pre-Eliminaries!
Break on the Octo-Final!
Rush on the Quarter-Final!
Charge on the Semi-Final!
and if we’ve reached the Semi-Final,
then at that time we could only take a break for seconds
and after that
Win [if possible] ALSA’s Final!
Dengarkan (atau Bacalah?)
Well, wa males bikin poem, neh
and entah kenapa wa jadi sensitif sekarang-sekarang ini
napa?
tentunya bukan karena ALSA ato ulangan Kemo, TIK, Sosio and remed Mate (yup, udah pasti dah wa remed) minggu depan
tapi gara-gara shocking truth yang bisa u liat semua di 2 notes terakhir wa (they’re contradicting each other because one is not mine, while one is mine)
aduh, pokoknya entah kenapa wa jadi sensitif and wa jadi dikit – ehm – subyektif dalam arti wa menganggap semuanya menjurus ke wa.
oleh karena itulah begitu wa baca ‘something‘, wa langsung kayak ketampar
wa heran
heran banget
koq bisa, ya, ada orang kayak dia?
wa lebih heran lagi kalo sekarang dia masih single
apakah kaga ada cowo yang nyadar kalo dia, tuh, charming banget? (jawabannya: kaga, soalnya kaga ada princess charming, adanya prince charming << garing)
apakah yang ngebikin wa bilang dia charming?
well, pertama, liat aja kepribadiannya
terus inteleknya
terus topengnya
terakhir penampilannya
semuanya perfekt!
kalo masih lom ngerti, biar wa jabarin, ya?
kepribadiannya secure, understanding, tapi kalo udah ngotot… nc
inteleknya kaga usah ditanya, dah
topengnya – salah satu yang paling amazing dari dia – beneran topeng. full-face. bahkan mata juga ketutupan. keren banget, kan?
penampilannya juga kaga usah ditanya. Proporsional, sedeng, atletis (seenggaknya kaga penyakitan and kaga terlalu lame di olahraga), etc, etc.
makanya, heran banget wa ampe sekarang dia masih single
wedew
oleh karena itulah
wa kaga bisa ikhlas
wa tau ikhlas itu indah
tapi wa juga tau kalo dia juga tau
kalo misalnya wa nge-ikhlasin ini
wa bisa mati suri (konotatif)
sekali lagi wa ingatkan:
wa jadi menjuruskan semuaya ke wa akhir-akhir ini, jadinya wa minta maaf kalo ternyata pesannya bukan buat wa, tapi buat orang lain. yang pasti, kalo pesannya ditujukan buat wa, maka itulah jawaban wa.
wa juga penasaran
karena dia selalu sebuah misteri buat wa
apalagi pas wa nyadar kalo wa udah keracunan (keracunan? help! antidote!! – no, I don’t need an antidote. just lemme suffer till death greets me, k?)
wa makin tambah penasaran
jangan ampe dah suatu hari wa mati sebelom rasa penasaran wa terpenuhi
ato ngga wa takut wa bakal jadi hantu gentayangan yang ngehantuin dia terus buat ngemuasin rasa penasaran wa (dark humor. love it?)
kayaknya wa lagi labil, ya?
emang
and wa juga penasaran, tentang alasan dia
kalo alasan kedua, wa bisa terima, alasan pertama lebih lagi
tapi apa cuma itu?
apa cuma dua itu doang?
wa kurang bisa percaya kalo ternyata cuma 2 itu doang
kalo pun cuma 2 itu doang
terus kenapa yang kedua bisa dihilangkan?
apakah karena dia tau wa sering labil
and takut alasan kedua bakal wa tiadakan?
don’t be afraid. I’m not what you’re thinking
maybe some are true, but trust me
though my mask has been shattered
I still wear it
to cover things you never thought
jadi, hari-hari ini wa lewati dengan rada boring and bt (bedanya?)
gara-gara wa kaga ketemu dia
liburan yang seharusnya colorful
jadi gloomy gara-gara itu and wa harus stuck di rumah ampe wa rumputan kayak gini (lumutan udah basi, sekarang next step-nya adalah rumputan! << gaje banget, sih, nih, orang!?)
sorry gaje
wa cuma lagi down a bit gara-gara wa stuck di rumah
and kaga bisa curhat ke sapa-sapa
kalo ke kakak, ntar jawabannya bakalan nyindir
kalo ke ade, wa takut dengan ini wa udah ngebikin beban hidupnya tambah berat
kalo ke ortu, tambah kaga ngerti lagi pasti
jadinya, wa share-nya via WP aja, deh
sapa aja boleh baca, boleh komen, boleh ikutan menderita ama wa (kalo yang baca simpatik/empatik enough)
kalo dia yang baca, gimana?
1. kemungkinannya kecil
2. kalo pun baca, wa harap dia bisa ngerti
kalo dia kaga bisa ngerti (yang lebih kecil lagi kemungkinannya), ya, apa daya
berarti wa bakalan nunggu Death
dari pada ngegantung ama Chaos
mendingan Death, kan?
cepet, ringkes, kaga belibet
apa lagi sekarang zamannya serba instant (hubungannya?)
ya, wa harap wa ama dia bisa bersama, bisa bersatu
wa tau ini kedengarannya mungkin ridiculous, ato – buat orang yang simpatik ke wa – super susah
tapi wa percaya, kalo Tuhan bisa ngebantu wa
wa percaya, kalo tekad yang kuat mengalahkan semua hambatan fisik
wa percaya, kalo cinta menanggung segalanya,
dan percaya segalanya
serta mengharapkan segalanya
dan menutupi segalanya
kalo dia baca sekarang, yang wa pengen katakan cuma 1 kalimat:
Love You Here
-A Teenager Who Love Her (or maybe You)-
A Terrible Omen
this was really a terrifying day
yesterday has opened my eyes
that once again
it’s been proven that humans are miserable and weak
because i’ve felt it now
the sensation of being touched and controlled
by the spirits of the air
i was controlled by the moment i set my eyes on the full moon
it’s a mesmerizing moon and i believe that i’ve been hypnotized
shit
i’ve felt a bad feeling when i put my sandals on
but i thought, what could harm me in the middle of night on the road?
a wonderful friend of mine told me
that it’s just a simple thing called love
that befell on me and controlled me
and it made me act dumb
she also added that it’s possible
that i’ve never fell in love before
because i didn’t recognize the moment
I was controlled by this thing called love
now I’m beginning to doubt myself
do I really know what I really am?
it’s true that other people knows us better than we ourselves
that has been proven by the “Johari Window” theory
but it’s still shocking for me
I wonder how
could it really because I’ve never fell in love before,
and all of my life is nothing but illusion?
I’ve seen now that I stated once that the time has come
so, is this really the start
of the omen of this crazy little thing called love?
I admit there are many things changing in my life
especially yesterday
I wonder why
is it because of love?
is it because of my real first love?
I don’t know
and I’m afraid to answer
afraid to give a wrong answer
so, could you?
-A Clueless Man Who’s Maybe Helplessly in Love-
Day of Rage
Awalnya, wa pikir hari ini bakal jadi Day of Boredom part 2
tapi wa salah
karena sesungguhnya
hari ini adalah
the Day of Rage
Pagi ini, wa kaga ngeliat Black and White di skul, and wa tau kalo dia bukan tipe orang yang bangun kesiangan, etc, sehingga pikiran wa langsung ngejurus ke arah dia kaga masuk sekolah hari ini.
Ternyata bener, dia kaga masuk, tapi apakah alesannya karena ‘cape’ doang? wa tau kalo dia anak OSIS, and sebagai anak OSIS, wa kaga ngerasa kalo dia adalah tipe orang yang cape terus absen
apa lagi dia tahu hari ini ada 2 ulangan:
Mate and Sosio
firasat wa, ada something else, which I’m gonna tell you later.
Jadi, hari ini, wa mencetuskan kalo the situation got worse.
Kalo kemaren si Fanto doang kaga masuk, at least it’s fine
biarlah wa yang kena boredom-nya
just lemme handle it
tapi hari ini, dia yang kaga masuk.
and wa yakin kalo situation today shall be worse than yesterday.
karena ada yang pernah bilang:
“besok harus lebih baik dari hari ini”
tapi ketahuilah, guys
lebih baik (better) bisa juga berarti lebih buruk (better in a bad term)
dan hari ini, tepatnya hari Selasa, 7 April 2009
pepatah itu menimpa hidup wa
oke, pokoknya setelah ada confirmation kalo dia kaga masuk, wa memutuskan untuk sms dia
and kaga dibales
wedew
tapi kaga napa-napa, soalnya wa ada pelajaran yang harus diikuti
and pelajaran pertama adalah Komputer (TIK – Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Awalnya, sempet terpikir dalam benak wa
hari ini wa mo nge-net ke mana, ya?
mo buka gmail, kayaknya kaga ada notification dari FB, WB, etc
mo buka heroeswiki, pasti lom ada summary dari chapter terbaru Heroes
mo buka FB, malay (feeling insecure)
mo buka blog, kaga ada inspirasi (at least at that time)
jadinya, wa bakal ngerjain tugas aja deh
eh, si Pa Nday malah nyuruh kita ngerjain tugas 5 ama 6 dari modul 318
masalahnya, 2-2nya udah pernah dikerjain, man
malay, sih, tapi gara-gara si bapa bilang minggu depan mo ulangan teori, terpaksa wa kerjain tugas 5, biar wa inget rumus VLOOKUP/HLOOKUP (yang wa belom biasa makenya)
tugas selesai
tapi masih ada waktu
yawdah, kita maen-maen kartu aja (Solitaire and Spider Solitaire) di kompi
terus udah gitu ada acara cabut-mencabut kabel monitor
wedew
nih orang pada kampung banget, sih?
belom pernah ngemasang kompi dari awal, bukan?
terus gara-gara kesel, si Fanto ngeneken tombol UPS (Uninteruptable Power Supply) di deketnya, and 1 blok kompi mati berjamaah
nice
udah gitu, lanjut ke pelajaran berikutnya, yaitu: Matematika
Hari ini ada ulangan, and pas wa tanya ke Hafizh, katanya dia bisa ngerjain, tapi susah
wedew
dia yang awalnya mo ikutan OSN Fisika aja bilang susah
gimana wa yang hari ini males banget buat belajar (because of this and that)??
bisa-bisa wa koit dibantai soal yang tersusun dari kumpulan huruf dan angka (banyakan angkanya, sih) yang dibuat tanpa maksud jahat sedikitpun
and ternyata bener
menit-menit awal ampe pertengahan waktu yang diberikan, wa cuma bisa jawab 4 dari 20 soal
itu berarti, dari 20 soal, wa dapet nilai 20
hebat, banget, ya, bisa ngulang sejarah?
haha
tapi percaya, deh
sejarah ada bukan untuk diulangi
and itu terbukti ketika wa berhasil menjawab 2 pertanyaan lagi! (jadinya wa jawab jujur 6 pertanyaan)
terus si Chuck ngebantuin 2 soal, and si Rani all of the sudden (mungkin gara-gara simpati wa kaga bisa ngerjainnya
) ngasih tau 1 soal yang menurut wa… susah
alhasil, total pertanyaan yang terjawab adalah 9!!!!
and wa prediksi, wa dapet nilai 45, sementara SKBM-nya adalah 78
nice, banget, kan?
nah, pada heran kenapa wa cuma bisa ngerjain 4 soal di awal-awal hingga pertengahan?
well, sebenernya wa ngerjain 4 soal ntu di awal-awal doang, bagian pertengahan waktu wa pake buat nulis poem
unfortunately, poem-nya ketinggalan di kelas (ato ntah udah dipake buat nulis contekan ato apa), and untungnya poem-nya ketemu! yay! (wa post di paling bawah, deh
)
oke, lanjut lagi ke sesi istirahat
kaga ada yang bisa wa ceritain di sesi istirahat
karena wa lupa ngapain aja
jadi kita lanjut ke pelajaran Fisika
wedew
ini pelajaran udah rada boring, ditambah dia kaga masuk, jadinya tambah boring aja dah ni pelajaran
yawdah, skip aja deh
langsung aja kita lanjut ke pas istirahat kedua
di istirahat kedua nothing special, cuma si Widi ngurusin surat dispen and wa dengan santainya akhirnya bisa menghindari ulangan Sosio
nah, jadinya wa mulai debate training
awalnya kita cuma bahas motion doang
tapi setelah itu mulai deh sparring
wa penasaran banget ma senior wa, Kania
coz yang wa tau, dulu [pas SMP] dia tuh ikutan Speech mulu
bahkan kaga pernah ada yang ikutan debat di SMP
haha
jadinya wa penasaran aja ama penampilannya yang pasti bakalan memukau
sekalipun begitu, wa punya firasat yang aneh
coz wa ngeliat wajahnya pucet banget
wa kaga pernah ngeliat wajahnya sepucet ntu pas SMP
and ternyata, bener
dia harus berobat (ato beli obat) sehingga dia [yang sebagai 3rd speaker] terpaksa pergi and wa naek pangkat jadi second/third speaker (baca: seken slash derd spiker)
ea~
and karena wa males ngetik tentang debate tadi, jadinya wa simpulkan kalo team Negative yang menang
I’ve seen through it
it’s a clear debate I think
maybe with the margin 4
:I
nah, alesan napa ini adalah day of rage dimulai setelah debate
di sini, si Widi ngungkit tentang masalah Black and White and all the pieces suddenly set in their places
dan entah kenapa, sejak si Hafizh bilang itu salah dia, wa langsung ngerasa nada bicara wa somehow terdengar nyudutin dia
ato kalo ngga nyudutin dia, ya… somehow the evil within me has the urge to… did something on him… through words
sekalipun dia sempet bilang kalo ini juga subconsciously salah dia, tapi tetep aja the evil within me tetep pengen nuntut lebih dari pada itu
and wa shocked aja pas setelah pembicaraan selesai and kita balik ke rumah masing-masing, wa [yang biasanya kalo pulang telad kayak gini bareng ama Hafizh] langsung ngejar Hafizh dengan stamina, presisi, and gaya berlari yang kaga pernah wa pake sebelomnya
wa kejar dia ampe depan Smansa, terus wa ngobrol bentar and [gara-gara dia dijemput] wa langsung nyebrang, masih berlari [sesuatu yang udah jarang banget wa lakukan sejak wa ketabrak motor pas masa kecil. Ntar ada, deh, nostalgianya, ya?
]
hebatnya, wa terus lari ampe wa nyampe rumah
pas turun dari angkot 05 di BTM, wa lari ampe wa dapet angkot 04A, and abis turun dari angkot 04A, wa lari menyusuri jalanan komplek ampe ke rumah wa
kaga ada acara nafas senggal-senggal
kaga ada acara jatoh keselepet
kaga ada acara ‘aduh, ujan. jalanan pada becek, kaga ada ojek pula!’
yang ada cuma rage
I realized that it’s rage, because it’s something I’ve never experienced before.
it’s something evil I believe, though it’s contained very well
so, I believe I have to release this rage
and the most effective way is to come to God
it works and I’m grateful for it
now, the rage has been lifted
but still, the rage force me to talk to you, Black and White
eye by eye
mouth by mouth
and I’m expecting a honest answer from you
it’s okay, because it’s not something offensive
it’s just the reason of my rage
that’s you are not selected as one of the ALSA debaters
though you want to be one
and it pains me a lot
to realize your pain for once
that’s why
I, myself, will win the debate
let the glory for God alone
but I’ll win it
to avenge you too
WIN!
ALSA!
P.S.
This is the poem:
Today
things just got worse
if only there’s no training today
I prefer to be absent
if I know that you’ll be
The pain
of the disappearing of next time
just emptied my heart
and I’m beginning to feel empty
it’s like I live in vain
without you
I wondered
when will the day last?
I know that God is fair
and He would not stop the time
and it’s just an illusion
if time seemed to crawl for me
I just want you to be nearby
or I’m near you
I just can’t let it be
because my heart gravitates on you
and the sudden movement of the center
just emptied my heart
Just like a cellphone without signal
or a transceiver without transmitter
I just can’t laugh
or maybe even smile
when you’re absent
my mind wandered aimlessly
wishing to see you
damn
wish I’m nearby
because I just can’t endure the solitude
I knew that love endureth all things
but if you weren’t here
cold I call it love?
it’s just me and my little world, isn’t it?
because solitude isn’t love
because love is a bond between two
while solitude is a bond within one
that’s why
I need your presence
just call me
or send me a message
to tell your whereabouts
to share with me
I’m ready
so, why don’t you try?
love you
-Black and White-
Saturday, April 4th 2009
Saturday, April 4th 2009
Hari ini ada beberapa event penting dalam hidup wa. Apa itu? Oke, kita rinci dulu, penjelasannya belakangan.
Event-event itu adalah:
1. Nobar Fast and Furious 4
2. Seleksi ALSA
3. udah
hah? cuma 3 2?
yup, emang napa? selama ini semua penting, doesn’t matter mo berapa aja, kan?
oke, kita bahas satu-satu, mulai dari seleksi ALSA (ini kan periodik, guys, jadi seleksi dulu, baru setelah ntu nobar Fast and Furious-nya)
Seleksi ALSA
Awalnya wa udah rada minder sendiri gara-gara wa kagak nyiapin materi apa-apa, and wa cuma baca 1 pdf file (ntu pun membaca cepat karena waktu yang wa mepetin – soalnya mo oL FB
) tentang India dan Climate Change.
Wa makin minder aja pas denger kalo temen-temen wa udah pada nyiapin bahan. Bisa-bisa wa [yang kaga nyiapin bahan] kedepak neh, and kaga ikutan. Padahal wa udah semangat banget, neh, buat ALSA (semangat debatnya, bukan semangat nyari bahannya, kali, ye?) ;P
yawdah, wa pasrah aja. Eh, ternyata, tiba-tiba ada kabar kalo si Ola mo ikutan juga. Yang awalnya bakal jadi duel antara wa and Ica, ternyata bakal jadi triel (maksa gila!) antara wa, Ola, and Ica, memperebutkan 1 slot.
sebenernya wa udah denger-denger kabar kalo si Ola mo ikutan juga, sih, tapi wa pikir ntu cuma kabar angin gara-gara dia [yang anak OSIS] bakal ngurusin SMANSA Day,
and ternyata ada kabar lainnya yang lebih shocking, yaitu si Digun kaga ikutan gara-gara dia milih OSN (Olimpiade Sains Nasional) Biologi. Mantab
Kabar baiknya, ada 2 slot, kabar buruknya, ada 3 orang yang memperebutkan 2 slot tersebut.
Awalnya, si Widi mo sparring semuanya dari awal buat nentuin 6 orang yang kepilih buat mewakili SMANSA di ALSA, tapi gara-gara banyak yang kaga ada (Hafizh ada Topping, Tita ada Pandawa, Digun ada Pelatihan OSN, Ami ikutan Speech << terus?, Kania harus check up) jadinya sparring kaga dilakukan, melainkan dipecah menjadi 2 tim buat sparring. Pembagian timnya dilakukan dengan hompimpa.
hasilnya:
Motion: THBT TNI/POLRI Should Not Be Allowed to Vote in the General Ellection
Positive:
Ola
Ica
Widi
Negative:
wa
Tita
Karlina
Lho, sapa aja, neh, yang 1st, 2nd, and 3rd, serta Reply speaker?
sabar, sabar
ternyata, di tengah-tengah case build (yang menurut wa team negative is on the losing side << once again thanks to me, the idiot one who proposed the should be positive team to be a negative team), si tita dimarahin via SMS by her seniors di Pandawa, and dia terpaksa meninggalkan wa [yang kaga case build] and Karlina [yang ngakunya super newbie debat] sendirian (ato berduaan? whatever)
mantab
dengan tampang memelas (atau licik?) namun lega wa manggil-manggil team positive, and memberitahukan kepergian Tita
alhasil, yang tadinya mo sparring jadinya case build massal deh
nice
nah, setelah case build massal, kita semua mencar. Wa and Ica nungguin Hafizh and Digun yang Topping and latihan OSN Bio, sementara Ola and Ami pergi ke Boqer buat beli tiket dulu (si Aiman kayaknya udah nongkrong di sono juga, tuh)
setelah menunggu dengan bosan, akhirnya kita berhasil menemukan Hafizh yang sedari tadi kaga bisa dihubungin, kita akhirnya cabut ke Boqer gara-gara si Digun sms kalo misalnya dia ditinggal aja kalo tenggat waktu 15 menit yang diberikan telah habis, maka dia ditinggal aja
akhirnya, wa, Ica, and Hafizh cabut bertiga ke Boqer (and tanpa kita sadari, ternyata Digun selesai short after pas kita cabut, and pas kita turun dari angkot, dia ngeliat kita. shit man, kalo u manggil kita, kita bakal nunggu, koq, Gun. Kan tanpa u jadi cuma bertiga, kaga berempat << terus? lantas?)
demikianlah akhir dan awal dari pada seleksi ALSA, and kita lanjut ke acara nobar Fast and Furious
Fast and Furious
wedew, ni film just so-so, buat wa. tapi gara-gara ada Vin Diesel-nya, jadinya nilainya naek deh, 1 bintang
terus film ini IMO punya nice angle dalam pengambilan gambar, and action-nya lebih intense dari film-film sebelumnya, thus the star rises 1 again
it has a cool sand effect (which I wondered how could the director use the sand on the dune to produce such an effect in harmony without disturbing the movie), so the star rises 1 again
this film has many girls which I dislike (man, I just dislike women with minimum clothings) so, the star drops 1
this film is very predictable (maybe it’s related with my extremely weak intuitive aptitude or my accelerated probability), so the star just stuck there (though I wanted to drop it 1)
this film has a low CGI use, and I can forgive that
So, this film received 4 stars of 5 in my amateur judgement
not bad, eh?
oke, setelah review super singkat tentang Fast and Furious, wa juga mo cerita-cerita tentang somethings after and just prior the movie, neh
yang prior, pokoknya something terrible flashed in my mind, and I don’t wanna think about it [though I know that the chance is big] because I’ll never taint you more, love.
I’ll let it bleed until it finished [though I know the ghost has more up in his sleeves], but love endureth all things, and I believe I could walk through this with love
besides, I should say sorry because I and Hafizh schemed with the Pocky (if you don’t know what Pocky is, it’s a chocolate dipped snack). So, I ate some Pocky sticks (the chocolate ones) in the dark studio with Hafizh (while knowing that you wanna to eat some too. You should have seen our face when we’re scheming it ;D << peace, girl). So, after he opened the second Pocky pack, I requested him to tell you that he opened the Pocky, but he hesitated (and because this time it’s strawberry dipped, I didn’t eat it) though he told you in the end after he ate half of them
So, sorry, okay?
it’s not good for your health to held grudges, I know that
Kalo afternya, abis nonton kita ke Solaria
ngapain?
makan, lah! masak ajojing?!
awalnya mo makan di Solaria atas (mungkin gara-gara kursinya semi-couch gitu [singkat kata, lebih nyaman]), tapi gara-gara kaga ada tempat, kita turun, deh
kita juga turun soalnya mo makan di PH
secara, Exquisite, kan, dibentuk di PH, maka apa salahnya kita balik ke PH buat ngenang old days?
eh, ternyata PH [yang baru buka di Boqer] penuh
damn
jadinya kita ke solaria bawah, deh [sebelomnya pernah dicetusin si Ola buat ke KFC, si Hafizh buat ke Sapo, si Digun buat ke A&W, and akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan dulu dari pada debate deket PH gaje gitu].
and di Solaria, wa dikecewakan
2 kali coba, man!
2 kali!
sisipan bentar, tempat duduk kita di Solaria adalah:
Ica-Digun
Ola-Widi
Tita-Hafizh
Ami-Wa
Aiman (yeah, dia duduk di kursi ulang tahun
)
wa dikecewain karena wa menemukan sesuatu [yang pastinya gaje buat lo-lo pada], and sesuatu itu dirusak harmoninya begitu saja.
sesuatu itu adalah:
Pola makanan yang dipesan
jadi, si Ola, Ica, and Digun mesen “Katsu”
terus wa nanya ke Widi, Tita, Hafizh, and Aiman menu yang dipesen
ternyata: Tita mesen “something-yang-merupakan-salah-satu-makanan-termahal-di-Solaria” (singkat kata: SYMSSMTDS);
Hafizh and Aiman mesen “sapo”
Widi mesen “Kwetiaw”
wa and Ami? kita berdua mesen “Smoked chicken fried rice” (yang menurut wa smoked chicken yang biasa aja. kayak ayam biasa)
awalnya wa pikir bakal ada harmoni yang lucu, yaitu:
Katsu-Katsu
Katsu-makanan A
makanan A-makanan A
Smoked Chicken-Smoked Chicken
makanan B
ternyata malah jadi:
Katsu-Katsu
Katsu-Kwetiaw
SYMSSMTDS-Sapo
Smoked Chicken-Smoked Chicken
Sapo
akh!
the harmony is broken!!!
Tidak!!!!!
gaje, kan?
that’s me
well, setelah itu kita foto-foto bentar (cuma 4x kalo ga salah) setelah ngobrol-ngobrol gaje bersama mengenai SMANSA, Pengalaman-pengalaman Aneh, etc.
akh
padahal rencananya mo pamer new hairstyle wa (sapa yang terpesona ma hairstyle wa coba? orang hairstyle-nya aneh gini. wedew, bukan tukang cukur langganan, sih)
terus setelah sholat, terdengarlah sebuah kabar yang sangat mengejutkan [lagi]. Heran, hari ini banyak banget, ya, kabar-kabar mengejutkan? Kabar ini adalah:
Si Hafizh mulai bimbang apakah dia memilih ikutan OSN Fisika ato ALSA
TIDAK!!!!
HAFIZH, seorang penganut Salsasm, bimbang?!
TIDAK!!!!
Kita butuh u, fizh!
Kita butuh u buat menang!
You’re not our hero!
(lebay juga, ya, wa? << baru nyadar? ck ck ck)
dengan demikian, ditutuplah acara Exquisite hari ini
buat XQS, KEEP FIGHTING FOR ALSA AND OSN!!!!
WHETHER YOU’RE SPEAKER, DEBATER, OSN-ER (maksa gila yang ini) OR OTHER
DON’T GIVE UP YET!!!
e
COME!!!! BREAK!!!! WIN!!!!!
ALSA!!!!!!!
Today, This Day, Thursday, March 25th 2009
Oke, hari ini wa mo cerita mengenai kejadian hari ini
pagi ini, rencananya kita-kita (member exquisite [singkat, XQS]) mo nobar Push di BoQer, so, wa – yang kayaknya paling antusias buat nobar – ngirim sms ke Ami, Digun, Hafizh, Ica, Gita, Fanto, Sunday, Nadh, and (kemaren malemnya) Ola.
Ternyata, Ami mendadak ada kunjungan dari sodara-sodaranya, Gita mo cabut bareng ortu, Hafizh gaje, Digun ada kerja kelompok, Fanto kaga bales (shi*, u, To!), Sunday wa telpon katanya kaga tau juga tuh, Nadh sih oke-oke aja, Ica [awalnya] juga tapi mendadak mogok juga (gara-gara baru dikit yang confirm)
Jadi pagi harinya, yang IMO dah confirm baru wa (ya eya lah), Hafizh, ama Nadh
wedew
wa udah bertekad bakal nonton sendiri (tapi di Elos thanks to my limited budget
) kalo cuma 3an ini yang beneran jadi nonton. napa? well, wa kaga enak aja ama Nadh and Hafizh. Udah diajak, kaga taunya malah sepi cuma bertiga. kan garing gitu
mendingan wa aja yang nonton ndiri
sekedar sisipan, Push bukan film yang masuk waiting list wa, sih, tapi gara-gara wa udah kehasut ama Raka and Andi yang waktu ntu udah nonton and bilang kalo Push keren, jadinya wa memutuskan kalo wa harus nonton nih film! Apalagi ada Dakota Fanning (yang bakal meranin Jane di New Moon, wa jadi penasaran liat acting-nya sebagai psycic
)
oke, ternyata, Tuhan berkehendak lain. Siangnya, pas wa mo cabut buat ngumpul eASY, Ami and Ica jadi nobar. Yay! wa kaga perlu nonton sendiri, and dengan begini udah ada 5 orang yang setuju
lumayan
ternyata, Ina juga ikutan nonton!
yay!
jadi 6, pas, neh. 3 cowo, 3 cewe (so? lantas?)
and ternyata mendapatkan 1 hal yang sangat tidak penting!
yaitu para cowo (3-3nya) memakai kacamata, sedangkan para cewe (3-3nya) tidak memakai kacamata!!!! (sekalipun wa tau Nadh biasanya pake di skul, tapi sekarang dia lagi kaga pake)
dengan begini wa berhasil mempertahankan status King of Unimportance wa di XQS!!!
oke, dari pada ngobrol ngalor ngidul kayak gini, mendingan kita review Push aja
menurut wa, Push tuh punya poster yang colorful buat film yang sarat adegan kekerasan psikis (sekalipun kaga parah-parah amat), and ternyata wa termakan hasutan si Andi and Raka buat nonton nih film, padahal adegan-adegan kerennya cuma awal-awalnya doang. swt gila
Yang wa suka dari Push: Dakota Fanning (as usual, she’s fascinating
), Pop Girl (ada Watcher yang suka makan lolipop gitu, and she’s worth it
), Victor (mengingatkan wa ama Lucas Gabreel
), Carver (ntah kenapa wa demen ma karakter antagonis, terutama yang [sorry] negro, botak, know what he’s doin’, powerful >> co. Daredevil’s Kingpin, Green Mile’s John Coffee, Push’s Carver
)
Yang wa kaga suka dari Push: Effect yang kurang, ending yang jelek, eksplorasi dan pendalaman karakter yang kurang, tidak adanya batasan yang jelas dalam kekuatan-kekuatan yang dimiliki maupun batas kekuatan untuk berkembang, etc.
Pokoknya, this movie generally sucks
liat review FS wa buat review tambahan di www.friendster.com/solazy
So, abis nobar Push, rencananya sih kita mo foto-foto di depan poster Knowing (yang jelas bukan poster Dragon Ball Revolution), tapi gara-gara rame and ada kontes Botani Ambassador (yang membuat wa ill-feel begitu ngeliat 1 kontestan yang wa kenal… ehm… berkebalikan dengan performance-nya di atas stage << that’s really putting a mask on your face, man) akhirnya foto-fotonya kaga jadi (lagian kita udah foto-foto di dalem studio 2 di bioskop – tapi foto wa gaje semua, euy) :’(
haha
never mind
biz ntu kita pisah
nadh and ina mo ke gramed dulu
wa, ami, ica, and hafizh memutuskan untuk makan
awalnya kita mo mampir di solaria, tapi berhubung penuh, jadinya kita turun ke bawah (ya eya lah!) just to see another crowded solaria resto. Jalan-jalan dikit, akhirnya kita putuskan untuk ke A&W (American Warteg, yeah~) aja. Wa, yang waktu ntu duitnya udah terkuras [sekaligus penasaran pengen nyobain es krim-nya A&W << biasa, ice cream addict ;D], mesen sundae, sementara Hafizh and Ica mesen Paket Hemat 2 (yang wa baru tau ada nomer-nomernya pas wa and Ica mesen menu), sedangkan Ami mesen Nasi+Dada+Air Mineral
kita pesen makanan, makanan diambil, makanan dibawa ke meja
eh, nongol lagi si Satria (tadi ketemu di dalem Studio. lagi nobar ma adeknya. sapa, teh, namanya? wa lupa, sia. haha. peace, Sat
)
setelah berbagai obrolan gaje, si Sat akhirnya pergi (hush, hush << peace lagi, Sat
), kita-kita (4 orang gaje ini) membahas tentang poem wa (Gradient – Clues) yang wa post di FB
terus mulailah sesi Jujur Berani di A&W!!!
yeah, nice~
dimulai dari wa (karena wa yang paling banyak menyimpan cerita. that’s me, an open book on the desk). wa ngasih tau siapa yang ada di balik kode Gradient, terus wa akhirnya share-share gitu, deh
dilanjutkan ke Ica, and ternyata emang bener, XQS sarang skandal, tapi gara-gara wa salah satu penghuni skandal XQS, jadinya wa diem aja (padahal wa member Badan Pencarian Skandal (BPS)!!)
dilanjutkan ke Ami, and ternyata Ami punya shocking news yang kita semua tunggu-tunggu di hari Sabtu (yeah, it’s this Saturday, baby! Come and see ENTHUSIASTIC in SMANSA, okay?)
dilanjutkan ke Hafizh, and ternyata Hafizh juga punya cerita yang menarik (sekalipun dipersingkat gara-gara waktu yang mendesak)
akhirnya, kita semua balik
si Ami cabut ke arah yang berlawanan (ke tempat parkir mungkin), si Ica naek 08 (seinget wa), wa and Hafizh naek 13 terus berhenti di BTM. Biz ntu si Hafizh berteduh dulu di BTM, sementara wa langsung balik ke rumah and disambut oleh Hujan Super Deras yang mengakibatkan Inet wa DC lagi untuk beberapa jam :/
that’s what happened:
today, this day, thursday, march 25th 2009
P.S.
wa akhirnya bisa maenin tangga nada C di biola (sekalipun masih gagap)
ada 1 lagu yang pengen wa maenin di biola, and wa mohon dukungannya, ya? hehe
1 Korintus 13:1-13
1 Korintus 13:1-13
-Perlunya Kasih-
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
-Definisi Kasih-
Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
-Keunggulan Kasih-
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa lidah akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya adalah kasih.
____
bener-bener
kata-kata yang bagus banget, ya, ngga?
Black and White – Masochist
Every time I think of you
every time I see you
every time I’m near you
every time I talk to you
I was hurt for the truth
Sometimes I felt like an idiot
why should I torture myself?
why should I think of, see, or even talk to you?
why should I be nearby?
why should I scar myself numerous times?
There’s only one answer for those questions
it’s definitely because I love you, longed for you
thus subconsciously I become a masochist
who loves to torture oneslf
dying slowly, pathetically
But for me,
it’s okay
I’m definitely content with it
because there’s no single wound
that couldn’t be healed in Heaven
that couldn’t be healed by God
though the healing wounds
reopened when I think of you,
when I see you, when I’m near you
when I talk to you
I’m still content with it
Because I also know you
that you never meant any harm
that you had simpathize on me
that you’re wise and understanding
about the fact
that we’re bound to be apart
Therefore
live your life to the fullest
live your day with smile
live with me in peace
because I’m content
by being a masochist
for you
because I love you
and will always longed for you
-Gradient-
Gradient – Dillema
I stood up there on the third floor
thinking of you
the flawless you
but something stroke me in an instant
just as a ghost flew through me
I was petrified by the cold breeze
I stood up there on the third floor
with eyes wide open
and jaw that’s about to drop
thinking of the ghost
who left the sensation behind
a sensation nicknamed
D I L L E M A
TIme by time
your flaws opened
your perfect parts rusted
your beauty became a bait
just as the ghost who flew through me
times a day
called itself the truth
If we ever think about the truth
we’ll see that the word hurt
is a part of the word truth
so the truth brought the hurt all the way
in my case
the truth is an innocent child
who couldn’t lie at any slightest thing
while the hurt is everything the child ever said
it brought me the dillema
the dillema of loving you
the truth didn’t show up every time
but everyday it flashed since yesterday
you just become more and more alike with a polished rust
in the eyes of truth
but scrying you through the eyes of truth
just pained me all the way
Therefore, I’m hungry to see the demon within
yet I was hurt every time I see the bruises and stripes
it caught me in a dillema
between truth and hurt
between logic and feeling
and between brain and heart
and there’s no word that could describe it
except the word DILLEMA
-Gradient-